Bursa Forex Indonesia-Trading Forex-Indeks-Logam Mulia dan Emas
SHARE :

Trading berdasarkan trend vs trading melawan trend

29
11/2020
Kategori : Strategi Forex
Komentar : 0 komentar
Author : Bursa Forex Indonesia


Trading berdasarkan trend vs trading melawan trend

Salah satu prinsip analisis tehnikal adalah bahwa harga bergerak dalam trend. Setiap trend terdiri dari periode ketika harga bergerak ke arah trend ini dan periode kecil dimana harga terkoreksi dan melawan trend.Trend mengikuti strategi menyiratkan bahwa seorang trader membuka posisi ke arah trend utama. Dengan kata lain, buy ketika trend naik dan sell saat trend turun. Waktu terbaik untuk memasuki pasar menggunakan pendekatan ini adalah ketika koreksi berakhir dan berlanjutnya trend utama. “Buy saat rendah dan sell saat tinggi” adalah mantra favorit trader.Trader yang melawan trend tidak menunggu koreksi untuk membuka posisi. Jika pasar berada dalam trend naik, mereka dapat sell ketika harga berbalik dari resistance dan menetapkan target harga di dekat support. Motivasi mereka adalah harga sudah terlalu tinggi, sehingga pasti akan turun.Apakah pendekatan ini memiliki risiko yang serupa atau tidak? Mana yang dapat menawarkan profit yang lebih besar untuk trader?

Trading berdasarkan trend

Sebagian besar trader dapat menentukan trend saat ini. Bagian yang sulit adalah memutuskan bagaimana bertindak. Mari lanjutkan dengan contoh trend naik. Trend trading menyiratkan bahwa Anda akan buy pada support atau pada jeda resistance. Dalam kasus pertama, Anda akan menggunakan instrumen seperti trendlines dan Fibonacci retracements. Pada kasus kedua, Anda dapat menggunakan pola grafik berkelanjutan seperti triangles, flags, dan wedges.

 

Beberapa trader akan buy pada titik 1 (support trendline dan level Fibonacci retracement) atau 2 (break dari pola “Flag”), beberapa akan menunggu poin 3 (tembus di atas level tertinggi sebelumnya). Tentu saja, semakin rendah Anda buy, maka semakin besar profit Anda.

Take profit. Anda dapat menetapkan target profit Anda berdasarkan harga tinggi sebelumnya dari trend naik (harga rendah dari trend turun) atau bahkan tingkat di atasnya jika Anda lebih percaya diri dalam trading Anda.

Stop Loss. Perhatikan bahwa ketika Anda berada di dalam trend, maka Anda dapat menggunakan trailing stop yang mengikuti trend. Namun, waspadalah bahwa mungkin tidak mudah memutuskan ke mana harus memindahkan stop loss. Risikonya adalah koreksi singkat yang akan membuat pasar menghentikan stop loss Anda dan menutup order Anda.

Scaling in. Ini diizinkan untuk ditambahkan ke posisi order ketika Anda mengikuti trend jika pasar sudah bergerak dan menguntungkan Anda sehingga order trading Anda menjadi profit. Dengan cara ini, maka potensi profit Anda akan meningkat. Jangan lupa untuk menyesuaikan manajemen risiko Anda jika Anda melakukan ini. Anda juga dapat merencanakan untuk memulai dengan trading yang lebih kecil dari biasanya (misalnya, buy pada titik 1) dan kemudian meningkatkannya ketika harga naik di atas titik 2. Taktik ini akan mengurangi risiko Anda.

Trading melawan trend

Strategi melawan trend bertujuan untuk menentukan titik pembalikan trend. Trader yang menggunakan pendekatan ini mengambil petunjuk dari pembalikan pola candlestick (pin Bar, evening/morning starts, dll.). Mereka juga menerapkan oscillator seperti MACD atau RSI untuk melihat apakah pasar sudah overbought/oversold dan apakah ada sebuah perbedaan antara harga dan indikator. Jika tanda ini muncul, maka trader membuka posisi melawan trend sebelumnya.

 

Trader dapat memutuskan untuk sell pada titik 1 karena harga membentuk candlestick dengan bayangan atas yang panjang (tanda negatif) dan indikator MACD tidak mengkonfirmasi harga yang tinggi.

Take profit. Lebih sulit mencari tempat untuk memperbaiki profit ketika Anda trading melawan trend. Tantangannya adalah jangan terlalu rakus. Ingat bahwa Anda bertaruh melawan pasar. Beberapa trend dapat berubah menjadi sideways yang membatasi profit dari posisi order melawan trend. Trend awal juga dapat dilanjutkan dengan cepat dan tidak membiarkan harga benar terlalu banyak terkoreksi. Akibatnya, berhati-hatilah dan kelola risikonya.

Stop Loss. Lokasi untuk order stop loss dalam trading seperti itu adalah wajar. trader menempatkan stop loss mereka di belakang titik ekstrim harga dari mana koreksi telah dimulai. Stop loss kemungkinan akan lebih kecil dari yang akan Anda gunakan jika Anda trading berdasarkan trend.

Scaling in. Bukan ide yang bagus untuk menambah posisi order Anda saat Anda trading melawan trend. Trading bisa saja dalam jangka pendek, jadi Anda berisiko mendapatkan diri Anda dalam situasi yang tidak nyaman jika Anda mencoba untuk menambah order trading. Dan jangan pernah menambah order saat posisi loss karena dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Kesimpulannya

Seperti yang Anda lihat, kedua pendekatan trading ini memiliki ciri yang khusus. Keduanya bisa menghasilkan signal trading, namun masing-masing membutuhkan strategi managemen risiko. Kebijakan umum trader adalah strategi melawan trend membutuhkan lebih banyak pengalaman dan pemula harus mulai dengan strategi berdasarkan trend. Berlatih dan lihat cara mana yang bekerja dengan baik untuk Anda!

Mulai Belajar sambil Trading Forex di Akun Demo dulu untuk mencoba menggunakan Strategi Trading berdasarkan trend vs trading melawan trend dan menguji masing-masing strategi yang telah Anda pelajari di sini guna menemukan strategi yang tepat untuk trading Anda.

Berita Lainnya

5
04/2021
EA Smart FX Ultimate Scalper
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Black Diamond Special 5.5
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Titan Scalper V2.12
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Elite Tactics
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Crown Prince FX
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Avtomat FX Franklin
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar