Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Strategi Trading 30 Pip per Hari

8
11/2020
Kategori : STRATEGI FOREX / Trading 30 Pip per Hari
Komentar : 0 komentar
Author : Bursa Forex Indonesia


Strategi Trading 30 Pip per Hari

30 Pip per Hari merupakan strategi trading yang digunakan pada pasangan mata uang yang volatil seperti GBP/JPY. Hal itu karena pendekatan ini membutuhkan ruang yang luas untuk pergerakan trading guna memperoleh margin profit yang diperlukan. Di samping itu, golongan mata uang volatil sering menyediakan titik pembalikan pasar yang lebih jelas. Timeframe yang digunakan dalam pendekatan ini adalah timeframe 5 menit.

Indikator yang digunakan

  • Exponential Moving Average berperiode 10
  • Exponential Moving Average berperiode 26

Di bawah ini Anda bisa mengetahui cara menemukan indikator Moving Average pada menu MetaTrader dan lokasi mengatur metode Eksponensialnya untuk indikator tersebut.

13.png

Gagasan utama

Perpotongan EMA digunakan untuk menentukan tren.

If the 10-EMA crosses the 26-EMA upside-down and continues falling, there is pressure down on the price.

Jika EMA berperiode 10 memotong EMA berperiode 26 dari atas ke bawah dan berlanjut turun, maka ini menandakan harga sedang tertekan.

Pembukaan dan penutupan transaksi

Langkah 1

Anda menunggu sampai EMA berperiode 10 memotong EMA berperiode 26. Ini akan memberi Anda petunjuk untuk mempersiapkan pembukaan posisi. Selain itu, cara EMA berperiode 10 memotong EMA berperiode 26 akan menentukan arah pembukaan transaksi, seperti yang akan dijelaskan pada skenario di bawah ini.

Langkah 2

Anda menunggu sampai harga mengikuti arah yang ditunjukkan oleh semua EMA guna mengonfirmasi interpretasi pasar Anda.

Langkah 3

Anda menunggu koreksi lokal terhadap tren yang diamati. Anda akan membuka posisi pada titik tinggi (high) atau titik rendah (low) dari pergantian tren (retrace) ini. Tujuan Anda di sini ialah untuk mengetahui rentang yang akan dilalui harga setelah keluar dari koreksi dan mengikuti lagi tren yang diamati.

Di bawah ini adalah contohnya.

Contoh

Posisi jual

Pada grafik M5 GBP/JPY, kita mengamati adanya tren turun. Selain itu, kita melihat bahwa EMA berperiode 10 telah memotong EMA berperiode 26 dari atas ke bawah dan dilanjutkan dengan penurunan. Oleh karena itu, kita memutuskan untuk melakukan aksi jual pada tren turun.Tapi, kita tidak melakukan aksi jual saat itu juga. Melainkan, kita menunggu sampai harga bergerak naik saat terkoreksi agar mencapai setidaknya titik tengah antara dua EMA. Baru setelah itu kita memasang order jual. Stop Loss harus ditempatkan 15-20 pip di atas level order jual. Sedangkan Take Profit sekitar 30-40 pip.

2.png

Posisi beli

Logika yang sama berlaku untuk pasar yang sedang naik.Pada grafik M5 GBP/JPY, kita mengamati adanya tren naik. Selain itu, kita juga melihat bahwa EMA berperiode 10 telah memotong EMA berperiode 26 dari bawah ke atas dan dilanjutkan dengan kenaikan. Kemudian, kita memutuskan untuk melakukan aksi beli pada tren naik.Tapi, kita tidak melakukan aksi beli saat itu juga. Melainkan, kita menunggu sampai harga bergerak turun saat terkoreksi agar mencapai setidaknya titik tengah antara dua EMA. Baru setelah itu kita memasang order beli. Harap dicatat: pada skenario ini, kita tidak wajib menunggu harga turun ke titik tengah antara dua EMA, tapi boleh juga saat harga turun lebih rendah. Tujuannya di sini ialah untuk mengonfirmasi bahwa pergantian tren sudah cukup signifikan untuk memberikan keuntungan maksimal sampai Take Profit tersentuh.Stop Loss harus ditempatkan 15-20 pip di bawah level order beli. Sedangkan Take Profit berjarak sekitar 30-40 pip.

3.png

Harap diperhatikan

Seperti yang Anda lihat, level Take Profit dan Stop Loss ditempatkan cukup jauh dari level pembukaan posisi. Itulah sebabnya volatilitas mata uang diperlukan untuk mencapai level-level ini sehingga strategi ini dapat berjalan dengan semestinya. Di sisi lain, pendekatan ini dinilai relatif berisiko karena alasan yang sama. Rasio Stop Loss (15-20 pip) terhadap Take Profit (30-40 pip) adalah 1:2. Trader harus menimbang hal ini dengan ekuitas yang tersedia dan manajemen risiko yang digunakan.Sebagai kesimpulan, kami bisa mengatakan bahwa strategi 30 Pip per Hari merupakan strategi yang menarik dan agresif untuk menghasilkan profit yang baik di setiap transaksi. Strategi ini mudah digunakan tapi membutuhkan kecermatan yang tinggi. Periksa ulang dengan analisis tren biasa, ini dapat menjadi senjata yang ampuh bagi trader.

Berita Lainnya

26
11/2020
Apa yang di maksud dengan Lot, Pip, dan Leverage
Author : Bursa Forex Indonesia
26
11/2020
Kelebihan dari trading Forex
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!