Strategi Scalping Trading untuk Pemula

Scalping merupakan strategi yang terkenal diantara trader Forex, saham dan cryptocurrency. Strategi trading ini memungkinkan Anda untuk memaksimalkan profit dengan cepat. Trader scalping menggunakan kerangka waktu/timeframe yang paling pendek dan mencoba untuk mendapatkan uang pada fluktuasi pasar yang minimum, yang biasanya disebut dengan market noise.

Strategi scalping tidak mengharuskan trader untuk menggunakan indikator teknik apapun, karena semuanya bertujuan untuk menghilangkan dan meratakan market noise, untuk melihat sudut pandang yang lebih luas.

Keuntungan Utama Strategi Scalping Trading

Salah satu keuntungannya—yang membuat strategi ini menarik bagi para pemula—adalah fakta bahwa tidaklah diperlukan analisa teknik atau fundamental yang mendalam. Karena trader hanya tertarik dengan apa yang terjadi pada grafik pada situasi tertentu.

Saat menggunakan strategi scalping trading, trader berusaha mendapatkan beberapa poin profit dalam entry manapun, tapi karena menggunakan leverage tinggi dan membuat banyak keuntungan dari perdagangan setiap hari adalah hal yang penting.

Bagaimana Cara Memahami Strategi Scalping Trading?

Cara termudah untuk mengerti esensi strategi scalping adalah dengan menggunakan contoh. Mari bayangkan bahwa seorang trader memiliki setoran 1000 Dolar Amerika dengan menggunakan leverage 1:5, maka ia dapat melakukan transaksi dengan ukuran 0.05 lot, yang akan memberinya 0.50 Dolar Amerika untuk satu gerakan pip. Dan jika trader berencana untuk mendapatkan rata-rata 30-50 pip per hari, maka penghasilan maksimalnya adalah sekitar 15-25 Dolar Amerika per hari.

Strategi scalping trading menggunakan leverage yang lebih tinggi. Beberapa scalpels (sebutan unutk trader yang menggunakan strategi scalping) menggunakan leverage hingga 1:100 atau bahkan lebih. Jika menggunakan leverage 1:100, trader dapat membuka entry dengan ukuran 1 lot, ini membuat nilai 1 pips sama dengan 10 Dolar Amerika. Dalam hal ini, jika menghasilkan keuntungan 10 pips dalam satu hari akan memberi trader keuntungan 100 Dolar Amerika.

Ciri Khas Utama Strategi Scalping Trading

1. Pilihlah broker dan akun Anda dengan bijak. Tidak semua broker mengijinkan scalping.

2. Biasanya entry ditutup dalam hitungan menit. Saat trader mendapat keuntungan 2-5 pip, maka entry ditutup.

3. Jumlah keseluruhan transaksi perhari bisa sangatlah banyak; total keuntungan didapat dari banyaknya transaksi.

4. Spread merupakan selisih antara bid dan ask price. Mudahnya, spread merupakan komisi yang diminta oleh broker saat Anda membuka perdagangan. Spread rendah biasanya dipilih saat menggunakan trading scalping. Jika tidak, komisi untuk broker dan spread akan mengurangi profit Anda secara dramatis. Para trader seringnya memilihi pasangan mata uang seperti EUR/USD, GBP/USD USD/JPY. Opsi terbaik adalah dengan memilih tipe akun dengan floating spread, dimana nilainya berubah tergantung pada volatilitas pasar.

5. Volatilitas dari instrumen trading merupakan salah satu kriteria paling penting yang harus Anda perhatikan dalam memilih asset untuk scalping. Ciri khas dari strategi trading scalping adalah untuk perdagangan pada market noise, yang muncul karena aset memiliki volatilitas tinggi.
Volatilitas pada dasarnya adalah pergerakan harga untuk suatu instrument tertentu dalam kerangka waktu tertentu. Semakin banyak pergerakan instrumen saat sesi trading, semakin besar potensi profit untuk scalper.

6. Dalam kaitannya dengan manajemen uang, scalping merupakan strategi yang paling beresiko. Inilah mengapa trader biasanya mengirimkan semua profit mereka ke akun lain atau menarik dananya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *