Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Standard deviation

9
10/2020
Kategori : Kelas Dasar
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Standard Deviation (SD) adalah indikator yang mengukur deviasi atau penyimpangan harga dari Moving Average. Dengan kata lain, ini adalah ukuran volatilitas.

Cara penerapannya.

SD termasuk dalam seperangkat indikator bawaan MetaTrader. Masuk ke “Insert”, cari “Indicators” dan kemudian “Trend” – dan Anda akan menemukan Standard Deviation.

Periode bakunya adalah 20, dan digunakan sebagai standar untuk ‘Menutup’ (penutupan harga dari setiap bar). Jika Anda meningkatkan nilai periodenya, garis indikator ini akan jauh lebih halus dan menghasilkan pembacaan high dan low ekstrem dengan frekuensi yang terlampau jarang. Sebaliknya, jika Anda menurunkan nilai periode, garis SD akan mencapai high dan low ekstrem dengan frekuensi yang lebih sering. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan lebih banyak sinyal trading, dan sebagian besar sinyal tersebut berupa sinyal palsu. Sehingga, Anda perlu menguji dan mengatur indikator agar sesuai dengan instrumen yang diperdagangkan dan volatilitasnya. Secara umum, pengaturan 20 dianggap sebagai standar ukuran yang paling ampuh.

Cara penafsirannya.

SD menunjukkan skala perubahan harga yang berkaitan dengan Moving Average. Jika nilai dari indikator meningkat, berarti pasar dapat dikatakan volatil, dan swing (ayunan) harga akan sedikit melebar relatif terhadap Moving Average. Sebaliknya, jika nilai dari indikator menurun, maka volatilitas di pasar sedang rendah dan harga akan tetap dekat dengan Moving Average.

1 (1).png

Trader harus mengetahui bahwa periode pasar aktif dan tenang umumnya selalu bergantian, dan harga cenderung kembali ke level rata-rata setiap saat:

– Ketika garis SD naik, berarti volatilitasnya tinggi, hal ini dikarenakan harga penutupan dan harga penutupan rata-ratanya berbeda secara signifikan. High SD yang ekstrem mensinyalir bahwa keadaan tidak lama lagi akan tenang dan akan disusul dengan konsolidasi.

– Penurunan garis SD menandakan volatilitas yang rendah, atau pasar tidak aktif (harga stabil). Low SD yang ekstrem dapat mensinyalir pergerakan pasar yang akan datang.

Sebagai tambahan, Standard Deviation dapat digunakan untuk memprediksi signifikansi suatu pergerakan harga. Pergerakan yang lebih besar daripada satu Standard Deviation akan menunjukkan kekuatan atau kelemahan rata-rata pasar, tergantung pada arah pergerakannya.

SD sering digunakan bersamaan dengan indikator lain yang lebih ampuh, misalnya, Bollinger Band. Pita-pitanya (garis-garisnya) diatur 2 SD di atas dan di bawah Moving Average. Baca Bollinger Band selengkapnya di sini.

Secara keseluruhan, indikator SD dapat membantu Anda dalam melakukan hal-hal berikut:

Memilih puncak (top) atau dasar (bottom) pasar (Anda perlu mencari harga yang paling volatil, yang telah melonjak terlalu jauh dari rata-ratanya (mean)). Menargetkan titik-titik entry dalam tren (jika trennya kuat, Anda bisa menargetkan titik entry di harga rata-rata, yakni ketika SD rendah).Jika harga diperdagangkan di dalam rentang yang sempit dan secara tiba-tiba SD mendorong harga menjauh dari rata-ratanya, Anda bisa trading menggunakan break.

Kesimpulan.

Standard Deviation sangat mudah dipahami. Ia menunjukkan ukuran volatilitas, tinggi atau rendah. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry di pasar.

 

Berita Lainnya

22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
17
11/2020
Indicator Forex Decimus
Author : Bursa Forex Indonesia
10
11/2020
Analisis bar dua entry mudah
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!