Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Relative Vigor Index

9
10/2020
Kategori : Kelas Dasar
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Relative Vigor Index (RVI) mengukur kekuatan tren dengan membandingkan harga penutupan suatu aset dengan rentang harganya dan mengover hasilnya.  Indikator ini didasarkan pada gagasan bahwa di pasar bullish, harga penutupan secara umum lebih tinggi dari harga pembukaan. Dalam hal ini, RVI mirip dengan Stochastic Oscillator. Perbedaan di antara keduanya yaitu RVI membandingkan posisi relatif harga penutupan dengan harga pembukaan, bukan dengan harga terendah.

Cara penerapannya.

RVI sudah termasuk dalam paket indikator bawaan di MetaTrader, jadi Anda tidak perlu mengunduhnya. Masuk ke “Insert”, cari “Indicators” dan kemudian “Oscillators” – dan Anda akan menemukan RVI. Indikator ini akan muncul pada jendela khusus di bawah grafik harga.

RVI1.png

Pembacaan 10 dianggap sebagai periode yang paling ideal. Indikator ini memiliki 2 garis. Salah satunya adalah garis RVI itu sendiri, sedangkan garis lainnya adalah garis sinyal yang merupakan moving average dari indikator ini dengan periode 4.

Cara penafsirannya.

RVI berosilasi dengan melintasi garis tengah, yang mana dapat dipahami dengan metode yang sama seperti halnya osilator lain pada umumnya, misalnya, MACD dan RSI. Secara khusus, RVI memberitahu kapan pasar mengalami kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) serta mengirimkan sinyal ketika terjadi penyimpangan dengan grafik harga. Kondisi jenuh beli/jenuh jual. Jika pasar mendatar, gunakan RVI untuk keluar dari area jenuh beli (high) atau jenuh jual (low) demi sinyal jual/beli. Harap diperhatikan, indikator tidak menawarkan level yang tepat untuk area jenuh beli dan jenuh jual, sehingga trader perlu menyelidikinya sendiri. Selain itu, perlu diingat bahwa osilator dapat tetap berada di level-level ekstrem dalam jangka waktu yang lama. Signal line crossover. Perhatikan crossover antara RVI dan signal line. Jika indikatornya naik di atas signal line, maka itu menandakan sinyal bullish. Sebaliknya, ketika indikator berada di bawah signal line, maka menandakan sinyal bearish.

RVI2.png

Konvergensi/divergensi. Jika harga tinggi (high) baru lebih tinggi dari yang harga sebelumnya, sementara RVI high baru lebih rendah dari yang sebelumnya (bearish divergence), tunggu sampai RVI memotong signal line ke bawah dan kemudian lakukan aksi jual. Jika harga rendah (low) baru berada di bawah yang sebelumnya, sementara RVI low baru lebih tinggi dari yang sebelumnya (bullish divergence), tunggu sampai RVI memotong signal line ke atas dan kemudian lakukan aksi beli.

RVI3.png

RVI berguna dalam trading tetapi dapat memberikan sinyal palsu, sehingga harus dikombinasikan dengan indikator dan alat trading lainnya.

Berita Lainnya

29
11/2020
29
11/2020
Pemahaman pola grafik triangle
Author : Bursa Forex Indonesia
29
11/2020
29
11/2020
29
11/2020
Trading indeks-indeks pasar saham paling populer
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!