Pengertian Dan Contoh Strategi Martingale Dalam Forex

Pengertian Dan Contoh Strategi Martingale Dalam Forex

Martingale adalah strategi trading berdasar teori probabilitas yang dikembangkan dari teknik judi populer. Strategi Martingale dapat diterapkan pula dalam trading forex.

Banyak orang menilai strategi Martingale adalah bom waktu. Benarkah cara ini efektif untuk digunakan dalam trading forex? Ataukah seperti bom waktu yang bisa merugikan trader? Artikel kali ini akan mengulas apa itu Martingale, pengertian dan contoh penggunaannya dalam forex, beserta risiko yang terjadi bila memakai strategi Martingale.

Pengertian Martingale
Martingale adalah sebuah strategi trading berdasarkan teori probabilitas yang dikembangkan oleh Paul Pierre Levy, Joseph Leo Doob, serta beberapa matematikawan lainnya dari salah satu gaya berjudi populer yang populer di Prancis pada abad ke-18. Gaya berjudi tersebut dilakukan dengan menggandakan taruhan setiap kali mengalami kekalahan, agar bisa langsung menutup semua kerugian dan mendapatkan keuntungan meskipun nantinya hanya mengalami satu kali kemenangan setelah beberapa kali kalah.

Strategi Martingale dapat diterapkan pula dalam trading forex. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika Anda melakukan transaksi sekian lot dan setelahnya harga justru bergerak ke arah yang berlawanan dengan keinginan Anda, maka pada transaksi selanjutnya tetap buka posisi ke arah yang sama dengan menggunakan lot sebesar dua kali lipatnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya.

Contoh Strategi Martingale Dalam Forex Secara teoritis, penerapan strategi Martingale dalam forex cukup sederhana. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar contoh Martingale berikut:

Awalnya, Trader melakukan sell sebanyak 1 lot dengan perkiraan harga akan turun, tetapi ternyata setelah itu harga naik sehingga mengalami loss sebanyak $10. Selanjutnya, trader melakukan sell sebesar 2 lot, tetapi harga masih naik terus dan menimbulkan loss $20.

Ketika harga mencapai tahap berikutnya, trader sell lagi sebanyak 4 lot, tetapi harga masih meningkat dan loss bertambah $40, sehingga trader sell lagi sebanyak 8 lot.Pada titik ini, apabila harga berbalik turun sesuai dengan perkiraan awal trader, maka bisa didapatkan profit sebesar $80 yang secara efektif menutup semua kerugian yang telah dialami sebelumnya, sekaligus memberikan laba bersih $10.

Dengan demikian, strategi Martingale bisa berfungsi sebagai substitusi Stop Loss dalam trading forex. Tanpa perlu mengevaluasi ulang analisa trading sebelumnya, trader “mengejar terus” pergerakan harga hingga mencapai titik dimana harga berbalik ke arah yang diinginkan saat awal pembukaan posisi trading.

Keunggulan Dan Kelemahan Strategi Martingale
Dengan menggunakan strategi Martingale, jumlah lot yang dibuka setelah mengalami kekalahan harus 2 kali lipat dari sebelumnya (jumlah lot selalu 1 langkah di depan kekalahan sebelumnya agar kalau menang maka kekalahan sebelumnya bisa tertutup sekaligus mendapatkan laba). Dilihat secara teori, pergerakan harga takkan selamanya melaju satu arah, pasti akan mengalami pembalikan, sehingga pengguna strategi Martingale pasti akan menang. Namun, masalah utama strategi Martingale terletak pada pertanyaan “kapan menangnya?” Apakah Anda akan menang di langkah ke-5, ke-10, atau ke-1000?

Pergerakan setiap pasangan mata uang bisa berlangsung dalam tren bearish ataupun bullish yang berlangsung sangat lama. Oleh karena itu, pada prakteknya, strategi Martingale membutuhkan modal besar. Jika Anda hanya punya dana pas-pasan dan tak mampu bertahan hingga titik pembalikan harga, maka kemungkinan besar akan bangkrut di tengah jalan.

Karena alasan inilah maka banyak orang cenderung pesimis akan probabilitas profit yang bisa diperoleh dengan menggunakan strategi Martingale. Faktanya, salah satu motivasi para matematikawan mempelajari teori Martingale adalah untuk membuktikan ketidakmungkinan teknik yang disukai para penjudi ini.

Bagi sebagian trader forex, strategi Martingale sangat menarik karena hanya perlu menang satu kali untuk menutupi kerugian beruntun sebelumnya. Namun, ketika Anda akan menggunakan strategi Martingale, maka harus menghitung ketahanan modal sampai transaksi ke berapa serta menerima kemungkinan dana tetap bisa hangus setelah akun minus berhari-hari dan berulang kali di-inject dana tambahan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: