Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Momentum

9
10/2020
Kategori : Kelas Dasar
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Dalam analisis teknikal, ada istilah yang dinamakan dengan “momentum” yang mengacu pada kekuatan di balik sebuah tren. Momentum diukur dengan sejumlah indikator teknikal (RSI, Stochastic Oscillator, MACD). Setiap indikator menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda dan memiliki formulanya masing-masing. Di sini kami akan memperkenalkan indikator lain dari grup ini, namanya adalah “Momentum”.

Indikator Momentum mengukur besarnya perubahan harga aset dalam periode waktu tertentu. Formula dari indikator ini membandingkan harga penutupan yang paling akhir dengan harga penutupan yang sebelumnya.

Cara penerapannya

Untuk menambahkan indikator Momentum ke grafik, klik “Insert” – “Indicators” – “Oscillators” – dan Anda akan melihat indikator “Momentum” tersebut.

5465767.png

Parameter baku untuk indikator Momentum di MT4 adalah 14, tetapi Anda bisa mengaturnya sesuai dengan nilai yang Anda inginkan. Indikator ini dapat berfungsi dengan baik pada timeframe mana pun. Yang perlu diperhatikan adalah semakin kecil timeframe yang digunakan, semakin sensitif performanya. Pada saat yang sama, indikator ini sangat memungkinkan untuk menghasilkan lebih banyak sinyal palsu dibandingkan dengan performanya pada timeframe yang lebih besar.

Cara penafsirannya

Momentum berosilasi di sekitar nilai tengah 100. Level ini tidak ditandai secara otomatis di MetaTrader, tapi Anda bisa menandainya sendiri. Ketika nilai indikator naik di atas 100, maka menunjukkan pelaku beli sedang dominan. Sebaliknya, pergerakan di bawah 100 menandakan dominasi pelaku jual.

Jika Momentum mencapai nilai yang sangat tinggi atau rendah (relatif terhadap nilai historisnya), maka kemungkinan besarnya adalah tren naik/tren turun akan terus berlanjut. Level-level ekstrem dari indikator menandakan adanya momentum tren yang berarti untuk mempertahankan pergerakan harganya.

54756.png

Pada saat yang sama, indikator Momentum juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) di pasar. Kondisi jenuh jual menandakan pasar sedang turun, dan berpotensi menimbulkan lompatan harga. Jika Momentum menyentuh dasar dan berbalik naik, maka mensinyalir pembelian. Saat pasar naik sedang dalam kondisi jenuh beli, maka harga berpeluang untuk turun. Jika Momentum mencapai puncak dan berbalik turun, maka mensinyalir penjualan.

Anda bisa menerapkan moving average jangka pendek pada indikator ini supaya lebih mudah dalam menentukan titik baliknya. Caranya, pilih “Moving Average” di antara indikator-indikator tren MT4 di panel “Navigator”, lalu tarik dan letakkan di dalam grafik indikator Momentum. Pada jendela yang muncul, pilih “First Indicator’s Data” dari menu drop “Apply to” pada tab “Parameters”.

5668689679.png

Strateginya adalah melakukan aksi beli di saat Momentum memotong MA ke atas, dan aksi jual ketika memotong SMA ke bawah. Dengan cara ini, pemilihan waktu sinyal akan menjadi jauh lebih baik.

567578.png

Ada baiknya untuk memilih sinyal yang sesuai dengan tren yang terpantau pada timeframe yang lebih besar, atau dengan menggunakan indikator tren yang lainnya.Memasuki pasar sebaiknya dilakukan hanya setelah harga mengonfirmasi sinyal yang dihasilkan oleh indikator tersebut. Jika Momentum mencapai puncak, tunggulah sampai harga terlihat mulai turun, baru setelah itu mengambil aksi jual.Ada kalanya Momentum berbalik sebelum harga bergerak. Saat Momentum menyimpang dari harga, maka indikator dianggap sebagai indikator utama (leading indicator) yang mengarahkan adanya peluang ke atas (saat Momentum turun sementara harga naik) atau ke bawah (saat Momentum naik sementara harga turun).

567568876.png

Kesimpulan

Osilator Momentum membantu trader dalam mengidentifikasi perubahan kecil pada kekuatan tren beli atau jual. Momentum juga bisa digunakan untuk menghasilkan sinyal trading, tapi dengan catatan harus dikombinasikan dengan sinyal pergerakan harga (price action). Penting pula untuk dicatat, indikator Momentum juga dapat memberikan keuntungan lain yang lebih besar jika digunakan untuk konfirmasi sinyal yang disediakan oleh tools yang lain.

 

Berita Lainnya

22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
17
11/2020
Indicator Forex Decimus
Author : Bursa Forex Indonesia
10
11/2020
Analisis bar dua entry mudah
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!