Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Leverage dan margin

9
10/2020
Kategori : Kelas Pemula
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Leverage dan margin

“Leverage” dan “margin” merupakan definisi pokok yang wajib diketahui oleh setiap trader.

Leverage

Dengan leverage, Anda bisa trading dengan jumlah uang yang lebih besar dari jumlah yang ada di akun Anda. Seberapa besar jumlahnya? Setiap broker menawarkan rasio leverage yang berbeda. Anda bisa mengetahui leverage yang disediakan oleh FBS di bagian “Trading” di situs web. Sebagai contoh, bila Anda memiliki leverage 1:100, Anda cukup menyediakan 1% dari ukuran trading yang diinginkan, dan sisa 99% akan ditambahkan oleh broker untuk menjadikan trading Anda lebih menguntungkan. Bilamana Anda memilih leverage 1:50, Anda perlu mengalokasikan 2% dari ukuran trading (1/50 = 0,02).  Mengapa broker memberikan leverage kepada trader? Perlu diketahui, ukuran lot di Forex cukup besar. Ukuran minimum sebuah posisi adalah 0,01 lot. Untuk pasangan EUR/USD ukuran tersebut memiliki nilai sebesar 1.000 euro. Dengan jumlah sebesar itu, orang mungkin enggan untuk trading, apalagi ketika memulainya. Oleh karena itu, broker memberikan peluang kepada trader untuk menanamkan sebagian kecil modalnya untuk membiayai trading semacam ini.

Contoh. Anda ingin trading USD/CAD sebesar 1 lot.  Kondisi 1. Anda menyediakan $100.000 (1 lot standar) dan melakukan trading. Anda tidak meminjam uang dari broker.  Kondisi 2. Anda hanya menyediakan $100. Dalam hal ini, Anda membutuhkan leverage 1:1000. Dengan rasio leverage ini, broker akan memberikan sisanya sebesar $99.000 untuk membantu Anda membuka posisi.

Anda bisa memilih ukuran leverage yang ingin Anda gunakan. Semakin besar ukurannya, semakin besar pula profit yang bisa Anda dapatkan dari setiap pip jika harga bergerak sesuai dengan prediksi Anda. Oleh karena itu, para trader yang sudah ahli menggunakan leverage yang lebih besar agar dapat menghasilkan profit yang lebih cepat dan/atau dalam jumlah yang lebih besar. Jadikan leverage sebagai batu loncatan yang memungkinkan Anda untuk membuat lompatan yang lebih besar dan mendekati kesuksesan.  Pada saat yang sama, Anda juga harus memahami bahwa risiko Anda juga akan meningkat sebanding dengan ukuran leverage tersebut. Jika Anda membuka transaksi beli tapi harganya ternyata bergerak turun, maka setiap pip harga tersebut akan bergerak melawan Anda dan menghadirkan kerugian yang lebih besar. Semakin besar leverage, risiko kerugian juga semakin besar. Sehingga, Anda harus berhati-hati dan pilihlah rasio leverage yang sewajarnya. Leverage yang paling banyak digunakan oleh para trader Forex adalah 1:100.

Margin

Anda mungkin mempertanyakan bagaimana cara broker agar tetap aman kendati mereka memberikan pinjaman uang dalam jumlah besar kepada trader. Jawabannya adalah broker terlindungi karena margin. Margin sendiri adalah jumlah uang yang harus Anda miliki di akun Anda untuk membuka dan mempertahankan posisi yang menggunakan leverage.  Pada penjelasan leverage di atas, kami menunjukkan kepada Anda tentang kondisi di mana untuk memiliki $100.000 dengan modal $100, Anda membutuhkan leverage 1:1000. Pada contoh tersebut, uang $100 merupakan “margin” yang dimaksud. Anda bisa mengetahui besaran margin tergantung pada ukuran trading yang Anda inginkan (yaitu jumlah lot yang ingin Anda perdagangkan) dan leverage yang Anda pilih (Anda bisa menentukan leverage untuk akun Anda di personal area FBS). Secara umum, semakin besar leverage yang Anda gunakan, semakin kecil margin yang Anda butuhkan untuk membuka posisi. Pada jendela “Trade” di terminal trading, Anda bisa melihat kolom “Balance”, “Equity”, “Margin”, dan “Free Margin”. Jadi, margin adalah jumlah uang yang telah Anda gunakan: jumlah ini mengover/membiayai posisi Anda yang sedang terbuka. Jumlah uang yang masih bisa Anda gunakan untuk pembukaan posisi-posisi baru tercerminkan dalam area “Free Margin”. Free margin Anda akan selalu sama dengan “Equity” dikurangi “Margin”.

Broker biasanya menetapkan level “margin call”. Level ini menunjukkan persentase suatu margin. Jika Anda mengalami kerugian dan ekuitas Anda turun ke level tersebut, Anda akan menerima sebuah peringatan dari broker, yakni Anda harus menutup transaksi Anda atau mendepositkan uang dengan jumlah minimum margin yang dipersyaratkan. Server trading juga dapat mengambil tindakan berupa penutupan transaksi.  Ada juga level yang disebut “stop out”. Level ini akan terekspos jika Anda terus mengalami kerugian dalam sebuah transaksi yang gagal. Jika kerugian Anda menekan ekuitas Anda ke level ini, maka broker berhak untuk menutup posisi Anda tanpa pemberitahuan.Di FBS, margin call yang ditetapkan adalah 40% dan lebih rendah. Jadi, Anda akan menerima margin call apabila ekuitas akun Anda turun hingga mencapai 40% dari margin atau lebih rendah (pada contoh kami, 40% dari $100 adalah $40). Sedangkan stop out di FBS adalah 20%, sehingga trading Anda akan ditutup secara otomatis jika apabila ekuitas akun Anda turun menjadi $20 (20% dari margin dan lebih rendah). Margin dibutuhkan demi keamanan broker Anda bilamana arah pasar berlawanan dengan posisi Anda. Hal ini diterapkan demi keuntungan Anda sebagai trader agar terhindar dari margin call. Jika Anda berhati-hati dan mematuhi aturan manajemen risiko, Anda akan dapat melakukannya dan meraih hasil trading yang profitabel.

Berita Lainnya

4
12/2020
Strategi trading emas
Author : Bursa Forex Indonesia
4
12/2020
Trading USD saat volatilitasnya tinggi
Author : Bursa Forex Indonesia
4
12/2020
Ilmu Mengenai Transaksi Forex Trading
Author : Bursa Forex Indonesia
4
12/2020
4 Resiko Trading Forex yang Umum Terjadi
Author : Bursa Forex Indonesia
4
12/2020
INDIKATOR TEKNIS YANG SETIAP TRADER HARUS TAHU
Author : Bursa Forex Indonesia
3
12/2020
Manajemen risiko
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!