Bursa Forex Indonesia-Trading Forex-Indeks-Logam Mulia dan Emas
SHARE :

Kelola Risiko Trading dengan 3 Faktor Berikut

30
12/2020
Kategori : Risk Management
Komentar : 0 komentar
Author : Bursa Forex Indonesia


Kelola Risiko Trading dengan 3 Faktor Berikut

Banyak trader pemula yang lebih mengutamakan strategi mencari profit, padahal manajemen risiko justru lebih penting. Pelajari 3 faktor penting berikut untuk mengelola risiko trading forex dan terapkan dalam trading plan Anda.

Trading forex memang penuh tantangan. Ada kalanya harga bergerak melenceng dari analisis, sehingga Anda pun tidak yakin apakah harus menutup order dalam kondisi rugi. Bagaimana kalau setelah Anda close order, harga malah berubah arah? Kalau tidak close, bagaimana kalau harga tidak kunjung berbalik arah dan Anda malah rugi besar? Mari kita bahas tiga faktor penting yang perlu Anda terapkan untuk mengelola risiko trading dan menghindari skenario di atas.

Saat ini order Anda yang masih terbuka sedang dalam kondisi profit. Mungkin Anda akan membiarkan order terbuka lebih lama lagi supaya profit yang Anda dapatkan makin tinggi. Atau sebaliknya, saat ini order Anda sedang loss. Karena tidak mau close order dalam posisi loss, Anda pun membiarkan order tetap terbuka sambil menunggu harga berbalik arah. Kira-kira, bagaimana kelanjutan dua skenario ini??

Kedua skenario di atas memiliki risiko loss yang tinggi. Karena, semakin lama Anda membiarkan order terbuka—baik dalam kondisi profit ataupun loss—maka Anda akan semakin terekspos risiko perubahan harga pasar. Jika Anda terlalu lama menahan order dalam kondisi profit, harga bisa berbalik arah dan Anda pun kehilangan profit Anda. Dan jika Anda terlalu lama menahan order dalam kondisi loss, ada risiko harga tidak berbalik arah dan Anda justru rugi semakin banyak. Ini dapat Anda hindari dengan menentukan batas waktu menahan order terbuka atau menentukan batas risiko dan profit sebelum membuka order.

Anda dapat memanfaatkan fitur Stop Loss dan Take Profit untuk menentukan batas risiko dan profit setiap transaksi. Stop Loss yang ideal harus berada dalam batas toleransi risiko Anda, tapi tidak terlalu mepet dengan entry level. Dengan Stop Loss yang terlalu mepet, order Anda terancam tertutup otomatis tanpa memberinya kesempatan untuk profit. Sehingga, ini justru berisiko mengakibatkan kerugian yang besar dalam jangka panjang. Sebaliknya, Stop Loss yang terlalu jauh dari entry level pun kurang disarankan karena rentan mengalami kerugian yang terlalu besar dalam satu kali transaksi.

Selain itu, ingat bahwa Anda belum profit jika Anda belum close order. Di sinilah Take Profit berperan untuk merealisasikan profit Anda secara otomatis, agar profit Anda tidak hilang karena harga berbalik arah secara tiba-tiba. Fitur Stop Loss dan Take Profit dapat Anda gunakan dengan mudah dalam aplikasi XM Mobile. 

Sebagai trader forex, Anda harus bisa mengelola risiko dengan baik agar bisa meraih profit secara konsisten. Sesuaikan risiko dengan jumlah modal, strategi trading, dan persentase yang paling tidak sama dengan potensi profit untuk setiap transaksi. Aplikasikan ketiga faktor di atas dalam setiap transaksi, agar Anda terhindar dari paparan risiko yang lebih besar daripada toleransi risiko. Jangan lupa untuk terus menguji strategi trading Anda dengan Akun Demo XM.

Berita Lainnya

5
04/2021
EA Smart FX Ultimate Scalper
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Black Diamond Special 5.5
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Titan Scalper V2.12
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Elite Tactics
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Crown Prince FX
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Avtomat FX Franklin
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar