Jenis-Jenis Order Forex

Dalam pelajaran kali ini, kita akan mempelajari cara menghindari kemungkinan kerugian sekaligus membeli atau menjual pasangan mata uang dengan harga yang lebih menarik. Untuk mencapai hal ini, ada tiga jenis order yang siap membantu Anda, yaitu Market Order, Limit Order, dan Stop Order. Berikut ini adalah pengertian dari “order“ dan penjelasan dari tiga jenis order yang paling populer yang ada di Forex Trading.

Apa itu Order Forex?
Order Forex adalah sebuah istilah yang merujuk pada cara Anda masuk atau keluar dari kegiatan perdagangan. Order ini merupakan alat perdagangan yang diperlukan dalam pasar Forex. Dengan mempelajari pengertian order dan cara kerjanya, hal tersebut akan membantu Anda bertahan dan mendapatkan kesuksesan dalam perdagangan.

Market Order :
Order ini merupakan order yang paling lumrah digunakan di pasar Forex. Order ini dieksekusi pada harga yang paling baik pada saat order dikeluarkan. Order ini disebut market order karena merupakan order untuk membeli atau menjual mata uang pada harga pasar teraktual. Order jenis ini dieksekusi seketika karena tidak menentukan harga.

Limit Order :
Tidak seperti market order, limit order digunakan untuk membeli atau menjual dengan harga tertentu. Order ini menunjukkan suatu order yang membuka posisi dengan harga yang lebih baik dari harga pasar yang berlaku. Jika Anda ingin membeli dengan harga rendah atau menjual dengan harga lebih tinggi dari harga pasar saat ini, limit order menjadi order yang cocok Anda gunakan.

Stop Order :
Sama seperti limit order, stop entry order juga digunakan untuk membeli dengan harga diatas harga pasar atau menjual lebih rendah dari harga pasar pada harga tertentu. Terdapat dua jenis Stop Order, yaitu:

1. Protective Stop Order (Stop – Loss) :
Order ini digunakan untuk membatasi jumlah kerugian dalam suatu posisi perdagangan terbuka; order ini secara instan menutup perdagangan pada level kerugian tertentu saat pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda. Meskipun Stop loss bisa sangat menyakitkan ketika terkena, tetapi hal tersebut tetap penting untuk keberlangsungan perdagangan.

2. Stop Order untuk memasuki pasar :
Order ini biasanya digunakan untuk pelarian perdagangan. Misalnya, jika Anda menilai bahwa EUR/USD yang sedang naik akan terus mengalami kenaikan, Anda akan menggunakan buy stop order di atas harga saat ini. Order ini hanya akan bisa dilakukan saat harga bergerak di atas stop price. Keadaan ini terbalik dengan keadaan sell stop. Stop order bisa berubah menjadi market order ketika pasar diperdagangkan pada harga tersebut.

Hal yang perlu diingat :
  • Stop Order dan juga Market Order dapat terkena slippage, sedangkan hal tersebut tidak berlaku pada limit order.
  • Selalu berdagang dengan stop-loss order, karena order ini memiliki pembatas resiko kerugian yang terbaik. Tanpa order ini, para trader memiliki kemungkinan besar terpapar resiko yang tak terbatas.
  • Semua trader yang sukses pernah kehilangan dananya. Meskipun menyakitkan, kerugian bisa diatur sekecil mungkin sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *