Bursa Forex Indonesia-Trading Forex-Indeks-Logam Mulia dan Emas
SHARE :

Indicators Bollinger Bands

12
12/2020
Kategori : Kelas Pemula
Komentar : 0 komentar
Author : Bursa Forex Indonesia


Indicators Bollinger Bands

Bollinger Bands

Siapa yang tidak kenal dengan Bollinger Band? Bollinger Band merupakan sebuah indikator teknikal yang cukup terkenal untuk digunakan dalam trading, dan banyak trader yang mengaku bahwa bollinger Band merupakan kunci dasar agar trading yang mereka lakukan selalu berbuah profit.

Indikator ini berbentuk garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu komoditas/saham yang diperdagangkan. Bollinger Band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga.

Awalnya, indikator ini dikembangkan oleh trader teknis terkenal bernama John Bollinger. Asal usul indikator Bollinger Band berasal pada pengalaman pribadi yang dituangkan pada komputer mikro di tahun 1977.

Sejak saat itu, Bollinger terlibat dalam bisnis komputer berbasis analisis teknis.

Teknologi komputer memungkinkan Bollinger untuk mengembangkan Power Group, yang didalamnya bertugas sebagai pencatat perkembangan trend di sektor industri.

Dari sinilah awal perkembangan Bollinger Band dimulai.

 

Penggunaan Indicators Bollinger Bands

Bollinger Bands sejatinya dapat membantu Anda untuk mengukur volatilitas pasar dan memperkirakan range (rentang) pergerakan harga. Indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga, diantaranya adalah:

  1. Upper band
  2. Middle band
  3. Lower band

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa memperhatikan cara kerja dari Bollinger Bands pada gambar di bawah ini!

Middle band sebenarnya adalah moving average yang merupakan dasar bagi perhitungan upper band dan lower band. Biasanya, middle band yang digunakan adalah simple moving average.

Pada gambar di atas, terlihat bahwa jarak antara upper band dan lower band serta middle band dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi.

Semakin besar volatilitas, maka jarak antar band akan semakin lebar. Begitupun sebaliknya.

Dengan begitu, Bollinger Bands dapat membantu Anda untuk mengenali kondisi pasar saat ini. Ketika BB dalam kondisi melebar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan ramai.

Namun ketika Bollinger Bands dalam kondisi menyempit dan cenderung bergerak datar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan sepi.

Tidak perlu mempelajari perhitungan Bollinger Bands yang melibatkan perhitungan matematika tingkat tinggi. Anda dapat mempelajari penggunaan Bollinger Bands secara praktis dan memanfaatkan indikator untuk membaca peluang dari pergerakan harga dengan menggunakan akun demo.

 

Penerapan Strategi Bounce Trading

Lalu, strategi seperti apa yang harus dimiliki dalam menggunakan bounce trading?

Menariknya, strategi pada bounce trading dapat Anda terapkan pada Bollinger Bands dengan memanfaatkan upper band dan lower band sebagai area support dan resistance.

Dalam hal ini, upper band sebagai resistance dinamis dan lower band sebagai support dinamis. Middle band juga akan terlibat didalamnya sebagai target.

Harga cenderung memantul kembali ke middle band setelah mencapai upper atau lower band. Di posisi seperti ini, Anda dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari entry point.

Anda bisa mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band.Tentu saja targetnya adalah area middle band.

Ketika harga sampai di upper band, sulit untuk Anda memastikan posisi harga saat itu — apakah akan berhenti di situ atau justru akan tembus ke atas upper band tersebut. Padahal area ini merupakan tempat yang bagus untuk sell.

Agar tidak salah dalam memastikan posisi tersebut, Anda bisa menunggu konfirmasi pantulan berupa candlestick atau bar chart yang ditutup di bawah upper band tersebut.

Jika Anda sudah menemukan konfirmasi dari posisi harga tersebut, Anda bisa melakukan sell dengan target di middle band. Begitu pula jika Anda ingin menentukan saat yang tepat untuk melakukan buy, yaitu ketika harga telah sampai di lower band.

Untuk mencari posisi stop lossnya cukup mudah. Anda bisa mencari support atau resistance terdekat.

Perlu diketahui, strategi bounce trading dengan Bollinger Bands cukup efektif digunakan pada saat pasar sedang dalam keadaan sideway.

Selain itu, strategi ini juga efektif digunakan dalam time frame yang panjang misalkan pada grafik 4 jam-an atau grafik harian.

Namun tidak menutup kemungkinan, strategi tersebut juga bisa digunakan pada saat trending meskipun Anda harus lebih berhati-hati.

Catatan penting: Tidak dianjurkan menggunakan strategi Bollinger Bands bounce trading dalam keadaan trending meskipun memungkinkan!

Penerapan Strategi Breakout Trading

Sebagian trader menggunakan Bollinger Bands untuk dijadikan indikasi ketika breakout sudah dekat. Pada saat itu, supply dan demand memiliki kekuatan yang sama sehingga harga akan bergerak dalam range yang relatif sempit dan menyebabkan bollinger band juga menyempit. Breakout yang terjadi, biasanya diikuti oleh Bollinger Bands yang secara cepat melebar dan pada saat itu juga harga menembus upper band atau lower band.

Kondisi itulah yang menjadi sinyal untuk Anda beraksi. Jika upper band tembus, maka strategi yang dapat Anda gunakan adalah melakukan buy. Sebaliknya jika lower band berhasil ditembus, maka strategi yang dapat Anda gunakan adalah melakukan sell.

Dengan menerapkan strategi breakout ini, kemungkinan Anda untuk menangkap peluang yang muncul akan lebih besar setelah breakout. Namun ada kalanya yang terjadi justru false breakout, dimana Anda bisa saja mengalami kerugian akan hal ini.

Untuk mengantisipasi false breakout, strategi breakout menggunakan BB biasanya diterapkan pada time-frame yang lebih kecil. Contohnya pada grafik 1 jam-an atau lebih kecil (15 menit atau 30 menit). Kelebihan Indikator Bollinger Bands

Tidak jauh berbeda dari indikator yang lain, Bollinger Bands tetap memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus Anda pahami. Kelebihan dari Indicators Bollinger Band adalah:

  1. Mendeteksi berakhirnya suatu trend
  2. Mengetahui terjadinya sideway
  3. Mendeteksi overbought
  4. Mengetahui oversold
  5. Dapat digunakan untuk melihat pola:
    • double top
    • double bottom, dan
    • pergantian momentum

Pada dasarnya, Indikator ini dapat digunakan untuk mendeteksi trend jangka panjang. Untuk menunjang penggunaan indikator ini dalam trading Anda, gunakan tambahan indikator lain untuk memperkuat sinyal yang diberikan.

Mulai Belajar sambil Trading Forex di Akun Demo dulu untuk mencoba menggunakan Strategi Indicators Bollinger Bands dan menguji masing-masing strategi yang telah Anda pelajari di sini guna menemukan strategi yang tepat untuk trading Anda.

Berita Lainnya

5
04/2021
EA Smart FX Ultimate Scalper
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Black Diamond Special 5.5
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Titan Scalper V2.12
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Elite Tactics
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Crown Prince FX
Author : Bursa Forex Indonesia
5
04/2021
EA Avtomat FX Franklin
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar