Psikologi Trading Forex

Foreign Exchange (FOREX) adalah pasar yang bekerja berdasarkan hukum psikologi perdagangan. Oleh karena itu, hasil pekerjaan trader secara langsung dipengaruhi oleh keadaan emosional dan psikofisiknya. Mungkin pada awalnya terlihat cukup jika hanya memiliki keterampilan teknis dan analitis untuk kinerja yang layak.

Namun, keberhasilan jangka panjang –utamanya— terletak pada stabilitas psikologis seorang trader. Kontrol diri dan disiplin adalah faktor kunci keberhasilan yang membantu trader untuk mengikuti strategi yang dipilihnya dan untuk mencapai hasil yang baik.

Jika trader dapat mengendalikan dirinya, dia akan terus melakukan trading dengan menggunakan aturan yang telah dia tentukan tanpa menyimpang, tak perduli bagimanapun emosinya. Hal itu disebut “to be in the zone” (berada di zona). Hal ini adalah keadaan paling produktif dan Anda dapat membuat keputusan yang benar. Ini adalah salah satu kualitas yang membedakan trader berpengalaman dari trader pemula.

Bagaimana Emosi Bisa Mempengaruhi Performa Trader Forex?

Emosi yang memiliki efek negatif pada hasil trading Anda adalah ketakutan dan keserakahan.

  • Ada beberapa jenis respons emosional terkait dengan ketakutan : takut gagal, takut kehilangan potensi keuntungan. Sebagai contoh, seorang trader yang mengalami kerugian merasakan ketakutan dan kegelisahan yang membuat trader tersebut melakukan tindakan terburu-buru. Dia akan mulai membuka posisi yang berlawanan atau menutup transaksi yang ada saat ini, bukan berdasarkan analisa apa pun, tetapi semata-mata karena emosinya. Tindakan seperti itu hanya akan menyebabkan kerugian.

  • Ketika seorang trader mengalami keserakahan, ia akan mencoba untuk mendapatkan terlalu banyak keuntungan dan menyimpang dari strategi yang dipilihnya. Menghasilkan keuntungan besar membuat kepercayaan diri yang berlebihan dan merasa superior, terutama bagi trader pemula. Kejadian yang paling sering terjadi adalah, setelah berhasil malakukan transaksi besar, trader mulai berperilaku sombong; ia mulai bertindak tanpa berpikir untuk memasuki pasar dengan sinyal yang belum terkonfirmasi, yang mengarah pada kerugian—yang biasanya—jumlahnya lebih besar dari hasil keuntungan sebelumnya.

Saran terbaik yang bisa diberikan untuk kasus seperti itu adalah membuat buku catatan trading, untuk menulis rencana tindakan (action plan) sebelum Anda membuka perdagangan.

Hindari Euphoria Trading dan Revenge Trading

Masalah berikutnya adalah upaya untuk mengimbangi transaksi yang buruk/gagal dengan melakukan transaksi lain: “Saya baru saja kehilangan 200 Dolar, jadi sekarang saya harus mendapat kesepakatan/deal seharga 200 Dolar sebagai pengganti.” Hal ini disebut perdagangan balas dendam atau revenge trading. Jika mulai terlihat tanda-tanda bahwa Anda melakukan trading secara emosional, berhentilah sejenak dan tarik napas untuk menenangkan diri. Baru kemudian trading kembali jika Anda memiliki rencana trading yang bagus.

Seorang trader mengalami emosi yang kompleks setelah membuat kesepakatan yang sukses : kebanggaan, kegembiraan, euforia. Namun emosi ini merupakan emosi yang berbahaya untuk trading. Terkadang, karena terinspirasi oleh kesuksesan sebelumnya, seoramg trader memasuki pasar tanpa berpikir dan kemudian membuat kesalahan dasar. Luangkan waktu Anda untuk menenangkan diri dan berfikir, jangan melakukan trading sampai Anda bisa mengontrol diri.

Psikologi trading sangatlah penting baik bagi trader pemula maupun trader profesional. Mempelajari psikologi seorang trader akan membuat Anda menguasai keterampilan trading yang rumit, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan modal.

Berikut adalah beberapa saran dasar terkait psikologi trading :

  • Jangan terburu-buru

  • Ikuti rencana trading Anda

  • Jangan hanya mengikuti keramaian

  • Berusahalah untuk tenang dalam setiap keadaan

  • Tingkatkan keterampilan Anda secara bertahap. Sangatlah penting untuk mendidik diri sendiri dan menambah pengetahuan, tapi melatih untuk mengatur emosi merupakan hal yang juga sangat esensial.

  • Jangan melakukan trading saat anda lelah, kesal, atau gelisah.

Korelasi Pasangan Mata Uang Forex

Mata uang berkorelasi satu sama lain, dan hal ini dapat dijelaskan dengan contoh sederhana. Jika pasangan mata uang EUR/CHF naik, hal tersebut juga akan berdampak langsung pada dua pasangan mata uang EUR/USD dan USD/CHF.

Misalnya, jika EUR/CHF naik (Euro naik dan Swiss Franc mengalami penurunan nilai), hal ini akan menyebabkan perubahan harga di dua pasangan mata uang Forex lainnya; EUR/USD juga bisa naik karena Euro yang lebih kuat, dan juga USD/CHF bisa naik karena Franc yang melemah. Ini menunjukkan bahwa kurs EUR/CHF yang asli memiliki korelasi dengan EUR/USD dan USD/CHF.

Kendati demikian, penyederhanaan seperti itu dapat menjelaskan esensi dari fenomena korelasi tersebut, namun hal itu tidak selalu mencerminkan perilaku nyata dari mata uang tersebut. Kedua pasangan mata uang bisa naik atau menurun secara paralel, tetapi situasi sebaliknya terjadi ketika faktor yang lebih kompleks dan tidak terduga ikut ambil bagian.

Fungsi Koefisien Korelasi Forex

Saat memasukkannya dalam satuan angka, korelasi pasangan mata uang dapat ditunjukkan dalam kisaran angka mulai dari -1 hingga 1. Arti finansialnya adalah untuk menunjukkan hubungan antara dua aset. Jika korelasinya adalah 1, maka hal itu berarti dua pasangan mata uang bergerak ke arah yang sama sepanjang waktu. Jika nilai korelasinya adalah -1, maka ada kecenderungan negatif, yaitu pergerakan pasangan mata uang tersebut adalah 100% telah ditentukan dan memiliki arah yang berlawanan. Korelasi pasangan mata uang dengan nilai 0 menyiratkan bahwa perilaku mereka sama sekali tidak terkait satu sama lain.

Penggunaan koefisien korelasi dapat melindungi Anda dari membuat banyak keputusan yang tidak bijaksana seperti membuka posisi dalam arah yang sama pada mata uang yang memiliki korelasi negatif. Sebagai contoh, korelasi pasangan mata uang EUR/USD dan USD/CHF mendekati -1, yang berarti bahwa—hampir sepanjang waktu—ketika nilai satu pasangan mata uang naik, harga pasangan mata uang kedua menurun. Itulah mengapa long trade EUR/USD dan trade yang sama pada USD/CHF hampir tidak ada artinya.

Dalam praktiknya, rally tajam perdagangan pertama akan diimbangi dengan penjualan/sale yang kedua. Ada pilihan lain juga, misalnya long trade EUR/USD dan long trade yang sama dari EUR/JPY akan menghasilkan hampir dua kali lipat dari posisi Anda, karena korelasi yang kuat antara kedua pasangan mata uang tersebut.

Korelasi Forex Menurunkan Resiko

Penggunaan koefisien korelasi juga memungkinkan Anda untuk mengurangi risiko dengan bantuan diversifikasi. Misalnya, EUR/USD dan EUR/JPY. Koefisien korelasi untuk kedua pasangan mata uang tersebut positif, tetapi tidak sama dengan 1. Itulah sebabnya, menggunakan kedua pasangan mata uang tersebut akan menjadi peluang yang sangat baik untuk meningkatkan profit Anda. Terutama ketika harga bergerak ke arah yang telah diperkirakan; tetapi jika harga bergerak ke arah sebaliknya, hal itu akan menghasilkan kerugian yang lebih sedikit. Jika seorang trader mengharapkan Euro naik, maka akan lebih logis untuk membeli satu lot EUR/USD dan satu lot EUR/JPY, daripada membeli dua lot EUR/USD.

Dalam kasus apa pun, tidak masalah strategi mana yang digunakan oleh trader, hal terpentingnya adalah untuk selalu mengingat interaksi korelasinya. Perubahan koefisien korelasi dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk mendiversifikasi risiko, menemukan alternatif, dan melakukan hedging. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada penghasilan Anda.

Kesimpulannya, ada tiga kemungkinana cara untuk menggunakan korelasi:

  • Hindari menempatkan posisi dengan arah yang sama pada mata uang yang memiliki indeks nilai korelasi negatif yang tinggi.

  • Hindari membuka posisi dengan arah yang berbeda untuk mata uang yang memiliki nilai indeks korelasi positif yang tinggi.

  • Gunakan korelasi untuk mendiversifikasi resiko.

Bagaimana Cara Menggunakan Pivot Points Forex?

Penggunaan Pivot Point adalah cara otomatis yang sangat populer untuk menentukan level support dan resistance. Dalam topik kali ini Anda akan mempelajari cara bagaimana menggunakannya dengan benar.

Level support dan resistance adalah salah satu faktor kunci yang digunakan trader untuk sistem trading mereka. Jika seorang trader memperkirakan bahwa zona support atau resistance cukup kuat, maka ia biasanya menempatkan batas atau menempatkan stop order di sebelahnya. Dengan kata lain, zona itu dapat dianggap sebagai zona bunga (interest).

Penting untuk disebutkan seperti hal lainnya dalam analisa teknis bahwa, Pivot points memiliki level probabilitas tertentu. Level tersebut dapat dihitung dengan menggunakan formula/rumus yang berbeda dan karena itu pula dibangun di tempat yang berbeda. Namun, hal yang sering terjadi adalah level-level ini dihitung menurut rumus klasik. Bagaimana cara menggunakan Pivot Point? Anda bisa menggunakannya dengan cara yang sama seperti menggunakan level support dan resistance.

Bagaimana Pivot Point Dihitung?

Cara termudah untuk menghitung Pivot adalah dengan menggunakan rumus yang telah digunakan di Wall Street selama beberapa dekade : Anda mengambil harga maksimum, harga minimum dan harga penutupan untuk periode tertentu, kemudian jumlahnya dibagi 3 (Pivot = (High + Low + Close) / 3). Atau P = ( H + L + C ) / 3

Pivot Point ini kemudian digunakan untuk menghitung tiga level support dan resistance, yang dapat dilakukan dengan menggunakan rumus klasik berikut:

R1 = Pivot + (Pivot – Low)

R2 = Pivot + (High – Low)

R3 = High + 2*(Pivot – Low)

S1 = Pivot – (High – Pivot)

S2 = Pivot – (High – Low)

S3 = Low – 2*(High – Pivot)

R1, R2, R3 merupakan tiga zona resistance.

S1, S2, S3 merupakan tiga zona support.

Zona-zona ini adalah zona yang harus Anda perhatikan dengan cermat. Misalnya, harga naik ke S1, jika tidak ada pembalikan/reversal, maka Anda harus menunggu reaksi di S2. Jika harga bergerak lebih jauh, maka tunggu S3.

4-3-1
Apa yang Harus Anda Lakukan dengan Pivot Point?

Anda harus menggunakan Pivot Point sebagai:

  • Zona support dan resistance.

  • Zona breakdown dan pullback.

Garis pivot sering kali membentuk kanal/channel. Setelah breakdown palsu, gerakan yang kuat di arah yang berlawanan mungkin terjadi. Hal ini terjadi sebagai akibat dari psikologi perdagangan (Psychology trading). Breakdown palsu (suatu pintu masuk ke tren baru, tetapi tidak terjadi) merupakan suatu kekecewaan, dimana setelah itu pihak lain mulai bertindak. Tetapi setelah breakdown nyata, pilihan terbaik adalah untuk tidak segera masuk, tetapi menunggu rollback untuk support, yang biasanya menjadi resistance.

4-3-2

Tips:

Membuka suatu posisi pada pullback setelah breakdown nyata merupakan salah satu opsi yang paling menguntungkan.

4-3-3

Pivot Point sebenarnya adalah level support dan resistance yang dibentuk secara otomatis sesuai dengan rumusnya. Cara trader menggunakannya sama persis dengan support/resistance. Di satu sisi, Pivot Point yang dihitung secara otomatis menghilangkan kebutuhan untuk menarik level support dan resistance secara manual. Di sisi lain, rumus tetaplah rumus, dan karenanya pivot tidak menjadi pengganti, melainkan melengkapi level support/resistance yang diambil secara manual.

Tinjauan Indikator Forex

Analisa teknik adalah salah satu cara terbaik untuk memperkirakan perilaku berbagai instrumen keuangan seperti saham dan mata uang. Ada tiga instrumen utama yang digunakan dalam analisa teknik : garis (levels), pola (models) dan indikator.

Semua indikator dihitung dengan menggunakan rumus matematika tertentu, yang menggunakan harga atau volume trading dari instrumen keuangan. Dengan menggunakan indikator, seorang trader dapat mengidentifikasi perubahan arah harga pada jangka pendek dan jangka menengah.

Selain itu, indikator bisa memberikan informasi bagi trader berupa:

  • Level support dan resistance (Moving averages, Bollinger bands, envelopes, dan lainnya)

  • Keadaan pasar teraktual : tren atau flat/datar (Moving averages, parabolic, ichimoku, dan lainnya)

  • Kekuatan tren atau momentum. Jika suatu indikator tumbuh, hal ini dapat berarti bahwa tren secara aktif berkembang dan sangat disarankan untuk menaruh entry sesuai dengan arah tren. Jika indikator menurun, hal ini berarti trader mulai kehilangan ketertarikannya pada suatu instrumen keuangan dan perubahan tren mungkin akan segera terjadi (momentum indicator)

  • Volume trading (Akumulasi/distribusi, volume berimbang, dan lain sebagainya)

Jenis-Jenis Indikator Forex

Ada banyak jenis indikator : volatilitas, tren, momentum, strength/kekuatan, dan lainnya. Tapi kesemua indikator ini terbagi dalam kelompok laggard/tertinggal dan kelompok leading/terdepan:

1.Indikator laggar mengikuti tren dan biasa disebut indikator tren. Mereka memiliki karakteristik prognostik yang sedikit rendah. Indikator lagging yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah Moving averages dan Bollinger band. Fitur utama dari indikator lagging adalah bahwa mereka bekerja dengan baik di pasar yang sedang tren.

2. Indikator leading biasa disebut juga osilator/oscillator. Indikator pada jenis ini digunakan untuk memperkirakan tren pembalikan (reversal). Tentu saja indikator-indikator ini tidak dapat melebihi pergerakan harga dan kemunculan informasi baru di pasar. Indikator ini hanya memiliki sedikit pergeseran ke depan, yang memberi Anda kesempatan untuk meramalkan perilaku pasar di masa depan. Osilator biasanya memiliki lebih banyak sinyal yang salah dibandingkan indikator tren. Osilator yang paling terkenal adalah indikator Stochastics dan RSI.

Simple Moving Average (SMA)

Salah satu indikator tren yang terkenal dan paling sederhana adalah Simple moving average (SMA). Pada grafik, SMA terlihat seperti garis, yang membandingkan harga saat ini (penutupan, pembukaan, dan lain sebagainya) dengan harga pada masa lalu untuk periode waktu tertentu (nilai rata-rata). SMA dapat digunakan sebagai garis tren, tetapi selain itu, ada beberapa cara lain tentang cara menggunakan indikator ini. Silakan merujuk ke topik yang disebut “Moving Averages in Action”.

4-4-1
Indikator Bollinger Bands

Indikator Bollinger bands menunjukkan volatilitas secara sempurna. Indikator ini berisi tiga garis:

  • Simple Moving Average (SMA untuk 20 hari)

  • Upper Band : SMA 20 + (deviasi standar x 2)

  • Bottom band : SMA 20 – (deviasi standar x 2)

Bollinger Bands adalah indikator volatilitas ideal yang secara siklikal menyempit atau melebar, menunjukkan struktur harga seperti gelombang. Setelah setiap kanal/channel menyempit, ekspansi terjadi dan harga bergerak tajam ke atas atau ke bawah. Karena itu, setelah setiap penyempitan, cukup logis untuk menunggu ekspansi.

4-4-2
Indikator Tren Forex : Parabolic SAR

Parabolic SAR (Stop and Reverse) adalah indikator tren, yang digunakan untuk melihat pembalikan harga (price reversal). Indikator Parabolic SAR memberikan sinyal seperti yang dijelaskan di bawah ini,

1. Konfirmasi Tren

1) Indikator ditempatkan dibawah grafik harga, indikator ini memastikam kehadiran uptrend (tren naik)

2) Indikator ditempatkan diatas grafik harga, indikator ini memastikan kehadiran downtrend (tren turun)

2. Definisi Momen Menutup Posisi Forex

1) Jika harga jatuh di bawah indikator dalam suatu uptrend, maka posisi long harus ditutup.

2) Jika harga naik diatas indikator dalam suatu downtrend, maka posisi short harus ditutup.

4-4-3
Mengerti Cara Kerja Indikator Forex

Indikator adalah instrumen penting dari analisa teknik untuk seorang trader yang aktif. Untuk mulai menggunakan suatu indikator, pertama-tama perlu untuk memahami cara kerjanya dan apa yang biasanya digunakan. Karena jika bergantung pada indikator tren kondisi pasar, maka volume atau osilator dapat digunakan.

Bagaimana Cara Melakukan Trading Breakout dan Fakeout?

Trading breakout merupakan sebuah strategi yang berbasis pada model berikut : proses pembukaan trading yang dimulai saat harga menembus level support atau resistance secara berturut-turut.

4-5-1

Menggunakan strategi breakout biasanya lebih efektif saat ada tren yang jelas, tapi kurang efektif saat digunakan pada saat pasar flat/datar.

Suatu entry biasanya dibuka saat harga menembus level support dan resistance yang telah ditentukan sebelumnya. Di saat yang bersamaan, seorang trader harus menghitung nominal pips minimum yang diperlukan untuk mendapat perkiraan bahwa breakout telah terjadi. Setelah ditembus, harga biasanya kembali dan kemudian rebound dari level yang tertembus sebelumnya. Di saat yang bersamaan, garis support ditrasformasi mejadi resistance.

Keuntungan Strategi Forex Breakout

Strategi breakout memiliki keuntungan sebagai berikut:

1. Model strategi ini memungkinkan Anda untuk membuat profit yang signifikan dalam jangka waktu pendek. Kesempatan ini bisa hadir karena biasanya harga sangat volatil saat keluar dari tren sideway.

2. Model strategi ini menggunakan sinyal yang dapat diandalkan yang memungkinkan Anda untuk menentukan arah harga.

Keuntungan tersebut didasarkan pada sifat reflektif alami dari pasar. Saat sinyal muncul, banyak trader yang melihatnya dan kemudian melakukan kegiatan trading, hal ini akan memperkuat volatilitas. Menembus level support dan resistance merupakan sinyal yang paling dapat dipercaya (kecuali tren reversal). Kerugian utama dari strategi ini adalah kurangnya efisiensi saat digunakan pada pasar flat.

Analisa dari Dua Model Breakout Trading

Mari menganalisa breakout trading jangka pendek. Entry harus dibuka saat harga diatas 10-15 pips (dibawah) level resistance (level support). Sangat penting untuk diingat bahwa exit dari kanal/channel yang lebih sempit (diatas 30 basis point) memiliki potensi profit yang lebih besar.

Ada dua taktik yang bisa membantu Anda untuk menutup suatu entry dan menentukan stop-loss order:

1. Buy and Hold (beli dan tahan)

2. Short-Term Trading (perdagangan jangka pendek)

Taktik Buy and Hold

Taktik buy and hold didasarkan pada fakta bahwa suatu posisi harus dipegang selama durasi tren. Taktik ini digunakan saat ada keyakinan bahwa sikap tren tidak akan berubah sampai level yang telah dihitung (take profit level). Taktik buy and hold terkadang disebut juga taktik ‘strong nerves‘, karena selalu ada kemungkinan untuk tren terbuka sebelum mencapai take profit Anda. Inilah alasannya mengapa untuk mengurangi level risiko yang dimiliki oleh taktik ini, sangat dianjurkan untuk menggunakan ‘traling stop‘. Kegunaan traling stop adalah untuk menutup trading yang menguntungkan saat harga mulai melakukan pembalikan/reversal.

Taktik Trading Jangka Pendek

Taktik short term trading didasarkan pada trading yang ditutup lebih awal. Trader menutup order terbuka dengan cepat tanpa menunggu kemungkinan tren melakukan koreksi atau pembalikan. Setelah menutup satu order, trader bisa mencari entry baru bersamaan dengan saat tren menyentuh level support dan resistance atau menembus level tersebut. Sebuah gambar yang merepresentasikan trading jangka pendek dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

4-5-2

Praktik menunjukkan bahwa menggunakan taktik jangka pendek pada kebanyakan kasus memberikan keuntungan yang lebih kecil dari pada taktik buy and hold. Di saat yang bersamaan, taktik trading jangka pendek membawa resiko yang lebih kecil.

Indikator Moving Average Forex

Indikator Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisa teknik yang tertua. Para trader bahkan menggunakannya sebelum komputer diciptakan. Indikator ini dianggap sebagai indikator terbaik dalam menentukan tren untuk segala instrumen keuangan seperti mata uang, saham, futures (mata uang berjangka), option, dan crypto.

Fungsi dari MA adalah untuk menunjukkan arah garis tren dengan mengurangi “noise“ atau gangguan pasar. Grafik rata-rata berfungsi sebagai level support/resistance yang dinamis. Perhitungannya didasarkan pada hasil penjumlahan harga dari trading aset untuk periode waktu tertentu yang telah lalu kemudian dibagi dengan kuantitasnya. Dengan demikian, indikator Moving Average menghitung rata-rata aritmatika dari fluktuasi harga di masa lalu tanpa mempertimbangkan “noise“. Perhitungan dapat dilakukan pada harga buka/tutup, high/low.

4-6-1

Keandalan sinyal MA ditentukan oleh jumlah periode perhitungan. Semakin banyak periode yang digunakan, sinyal menjadi lebih handal.

Indikator MA Forex Lainnya

Salah satu indikator paling sederhana dan terkenal adalah simple moving average (SMA). Selain SMA, ada beberapa pilihan indikator yang tersebar luas dan disajikan disebagian besar platform trading.

  • Eksponensial (Exponential Moving Average, EMA). Berbeda dengan MA yang sederhana, yang tidak menghasilkan perbedaan antara periode harga yang dihitung, indikator EMA menambah nilai lebih pada sebagian besar data terbaru. Dari penutupan harga teraktual, nilainya menurun secara eksponensial dari bilah/batang pertama yang paling sensitif hingga yang paling akhir dihitung, yang tidak berpengaruh pada perhitungan tren. Algoritma EMA memungkinkan Anda untuk menanggapi perubahan pasar dengan lebih cepat agar trading Anda lebih efektif dalam jangka waktu yang kecil/pendek.

  • Linier Weighted (Indikator MA Linier Weighted, LWMA, WMA). Modifikasi Moving Average EMA dengan algoritma yang berbeda untuk menetapkan signifikansi (bobot/weight) periode. Seperti halnya dengan EMA, pada LWMA, bilah/batang terakhir memiliki bobot terbesar, kemudian signifikansi menurun dalam kaitannya dengan bilah eksponensial. LWMA bereaksi lebih besar terhadap perubahan harga yang drastis, itulah sebabnya mengapa LWMA lebih banyak digunakan di pasar saham, di mana tren pada dasarnya lebih halus daripada di pasar Forex yang fluktuatif.

  • Smoothed MA (SMMA). Indikator MA ini bekerja dengan cara yang berlawanan : periode lama memiliki bobot lebih dan nilai bilah teraktual berkurang secara berurutan. Dengan demikian, pergerakan smoothed MA menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi harga yang kecil.

Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Pengaturan MA bisa berbeda tergantung pada strategi yang Anda gunakan, tapi ada prinsip dasar umum untuk menggunakan MA dalam trading pada instrumen keuangan apapun:

1. Pilihlah periode MA yang tepat.

2. Menganalisa sudut kecenderungan/inklinasi Moving Average. Semakin besar sudut kecenderungan dari suatu MA, maka semakin kuat potensi dari instrumen keuangan untuk naik atau jatuh.

Moving Averages in Action:

1. Menggunakan MA sebagai garis tren. Untuk menggunakan MA sebagai garis tren, Anda harus memilih karakteristik MA yang tepat. Jika harga ditempatkan lebih tinggi dari MA, maka ada tren bullish di pasar, dan sebaliknya.

2. Menentukan momentum dengan MA. Momentum pada dasarnya adalah kecepatan tren. Cara termudah untuk menentukan momentum pasar adalah untuk merencanakan tiga MA pada grafik dan melakukan observasi hubungan antara ketiganya. Ada momentum yang kuat jika harga bertahan dan MA berbaris satu sama lain. MA yang harus diurutkan dari atas ke bawah : 20, 50 dan 200. Jika garis MA bersilangan satu sama lain dan dengan harga, maka ada indikasi pasar datar/flat.

3. Support dan resistance. Pilihan yang terkenal adalah dengan menggunakan MA sebagai garis support/resistance. Biasanya trader menggunakan MA dengan nilai bulat, seperti 20, 50 dan 100.

4. MA interception/pencegatan MA. Persimpangan bullish dari Moving Average terjadi saat garis yang lebih cepat (dengan parameter periode yang lebih pendek) memotong garis yang lebih lambat (dengan parameter periode yang lebih besar) dari bawah ke atas. Moving Average yang bearish terjadi saat garis yang cepat memotong garis yang lebih lambat dari atas ke bawah.