Cara Mengatur Stop-Loss dan Take-Profit Forex

Tujuan utama dari perdagangan Forex adalah tentu saja untuk membuat keuntungan. Disaat yang bersamaan, tentu tidak ada trading tanpa kerugian. Untuk membatasi kerugian dan menetapkan keuntungan tepat pada waktunya, setiap trader harus menentukan stop loss dan take profit mereka.

Take profit order (atau disebut dengan “take”) merupakan sebuah order yang menutup posisi Anda saat harga mencapai suatu kuotasi tertentu yang ditetapkan oleh trader, yang menghasilkan keuntungan bagi Anda.

Stop loss (“Stop”) merupakan kebalikan dari take profit, yaitu menutup posisi Anda saat harga mencapai suatu kuotasi tertentu yang ditentukan oleh trader yang menyebabkan kerugian bagi Anda.
Cara Menggunakan Take profit dan Stop loss

Dari sudut pandang teknis, stop loss dan take profit berdasarkan level support dan resistance. Untuk trading tren, level support/resistance merupakan garis tren; untuk flat trading—garis batas channel.

Ada dasar logika yang sederhana dibalik semua ini. Level support/resistance yang kuat akan sulit ditembus dan kemungkinan rebound-nya (harga yang berusaha bangkit dari keterpurukan) tinggi. Oleh karena itu, stop loss harus dipasang pada level maxksimum sebelumnya (minimum) untuk mengantisipasi breakout palsu. Jika level support (resistance) patah, maka kelanjutan dari tren yang kita gunakan sebagai sebuah posisi pembukaan bukanlah suatu masalah. Disaat yang bersamaan, take profit merupakan prakiraan kita untuk suatu harga untuk mencapai level selanjutnya (channel boundary).

Prinsip yang sama dari penempatan stop loss dan take profit juga digunakan di semua jenis trading. Anda bisa mengidentifikasi sendiri level support dan resistance kuat (harga lokal minimum dan maksimum sebelumnya) atau dengan menggunakan indikator-indikator (seperti pivot points, moving averages, dan sebagainya).

Cara Menghitung Level Stop loss dan Take profit

Ukuran dari stop loss pada dasarnya adalah jumlah yang siap diresikokan oleh trader dalam suatu perdagangan terbuka. Berdasarkan manajemen keuangan, level resiko harus sekitar 1-2% dari jumlah deposito dalam setiap transaksi.

Misalnya, seorang trader mendanai 10.000 USD, maka level resiko maksimum bagi trader itu adalah 2%. Oleh karenanya, kerugian dari perdagangannya tidak boleh melebihi 10.000 x 0.02 = 200 USD.

Trader tersebut harus mengevaluasi korelasi antara ukuran stop loss, harga satu pip dan volume dari suatu posisi. Trader tersebut telah menghitung bahwa untuk suatu posisi suatu waktu, stop loss harus diletakkan pada 25 pip di setiap entry point. Biaya satu pip adalah 200:25 = 8 Dolar Amerika. Jika harga satu pip dianggap 10 Dolar Amerika untuk satu posisi lot standar, maka ukuran posisi yang direkomendasikan bagi trader tersebut adalah 0.8 lot.

Para trader juga harus ingat bahwa ada spread yang harus ditambahkan pada setiap stop loss dan take profit mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *