Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

CARA MELAKUKAN CUT LOSS

3
10/2020
Kategori : STRATEGI FOREX
Komentar : 0 komentar
Author : Bursa Forex Indonesia


CARA MELAKUKAN CUT LOSS

RISK MANAJEMEN CUT LOSS
Setiap trader, baik yang masih belajar forex maupun sudah master, pasti akan menjumpai kemungkinan harus melakukan Cut Loss saat kondisi pasar ternyata tidak sesuai dengan harapan. Apa itu Cut Loss? Bagaimana cara melakukan Cut Loss? Ulasan belajar forex ini akan mengungkap beberapa hal penting tentangnya.

Secara harfiah, Cut Loss artinya memangkas kerugian. Dari segi istilah, Cut Loss adalah suatu cara untuk mencegah agar kerugian tidak membengkak. Sedangkan konkritnya, Cut Loss dilakukan dengan menutup posisi trading baik buy maupun sell, dalam kondisi rugi, untuk mencegah agar kerugian yang mesti ditanggung tidak membesar.

Kenapa Strategi Cut Loss Itu Penting?
Dalam trading forex, tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak. Meskipun bisa memperkirakan pergerakannya dengan alat bantu teknikal dan fundamental, tetap saja masih ada kemungkinan harga tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

Jalan satu-satunya untuk bisa selamat dari pergerakan pasar tak terduga adalah menerapkan strategi Cut Loss yang teruji. Supaya harapan meraih profit konsisten tidak pupus, Anda sejatinya perlu melakukan Cut Loss pada posisi-posisi yang kurang menguntungkan.

Seorang Day Trader mungkin bisa memperoleh beberapa kemenangan dalam sehari. Namun jika mereka membiarkan sebutir posisi floating loss bergerak di luar kendali, risikonya bisa menghapus semua profit yang telah dikumpulkan oleh posisi lainnya.

Cara Melakukan Cut Loss

Cara melakukan Cut Loss dalam forex secara umum ada dua:
Cut Loss Manual, yaitu dengan menutup sendiri suatu transaksi yang sudah dibuka, karena kondisi rugi dianggap sudah berlarut-larut dan lebih baik ditutup.

Cut Loss menggunakan Stop Loss. Fitur Stop Loss tersedia di platform trading MT4 dan bisa dipasang bersamaan dengan saat membuka posisi trading. Jika Stop Loss sudah diterapkan di suatu level harga tertentu, maka transaksi akan secara otomatis langsung tertutup begitu mencapai level harga tersebut.

Sebagai contoh, Anda melakukan buy pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1.1191 dengan harapan akan naik ke 1.1250. Namun, bukannya bergerak naik, harga malah melorot hingga 1.1100 dan dimungkinkan masih bisa turun terus. Dalam kondisi ini, akan lebih baik untuk Cut Loss, menanggung rugi sebesar 91 poin saja, daripada jika kemudian ternyata membesar hingga 100 poin atau lebih.

Bagi banyak trader profesional sukses, mengetahui bagaimana caranya Cut Loss dan mampu melakukannya di waktu yang tepat dianggap lebih penting daripada bagaimana caranya meraup profit sebesar-besarnya. Ini karena kondisi pasar mudah berubah dan ada banyak peluang trading yang bisa diambil dari perubahan-perubahan itu jika kita punya dana, tetapi membiarkan modal Anda terbenam dalam kondisi rugi berarti Anda tak bisa ikut mengambil peluang-peluang lain itu. Dengan demikian, Cut Loss pun termasuk salah satu skill yang harus dikuasai dalam tahap belajar forex.

Hedging / Locking

Hedging merupakan salah satu strategi trading yang sudah tidak asing lagi di kalangan trader. Dikutip dari BusinessDictionary, Hedging adalah sebuah strategi manajemen risiko yang digunakan dalam membatasi atau mengimbangi kerugian dari fluktuasi harga. Dengan kata lain, metode Hedging dalam forex sama dengan mengalihkan risiko tanpa membeli polis asuransi.

Dalam trading forex, Hedging diartikan sebagai membuka dua posisi yang berlawanan, sehingga meskipun harga naik atau turun, nilai floating-nya tetap sama. Pada penerapannya, metode Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang Anda buka mengalami kerugian.

Hal ini sejalan dengan terjemahan dari kata Hedging itu sendiri yang artinya adalah melindungi nilai. Karena fungsi inilah, dalam metode Hedging ini dikenal pula istilah Locking (mengunci).

Dasar-Dasar Hedging Sebagaimana dijelaskan di atas, metode Hedging adalah suatu keadaan dimana Anda membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan.

Contohnya Anda membuka

posisi Buy dan posisi Sell secara bersamaan tanpa dipasangi Stop Loss, melainkan hanya Target Profit saja berkisar 30 sampai 50 poin. Adapun maksud dan tujuannya adalah supaya Anda bisa memperoleh Profit saat terjadi swing harga, baik itu Bullish maupun Bearish. Bagi sebagian orang, metode Hedging dianggap salah satu cara yang cukup ampuh untuk meraih profit.

Namun, perlu diingat bahwa apapun taktik, strategi dan caranya, yang namanya risiko pasti akan selalu melekat. Sebagian trader mungkin lebih suka memposisikan Hedging untuk menyelamatkan atau mengunci Loss.

Pertanyaanya, apakah teknik ini akan bisa selalu bekerja sesuai yang Anda mau?
Tentu tidak. Ibarat pisau bermata dua, metode Hedging ini juga memiliki kelemahan, antara lain membutuhkan waktu lama untuk menganalisa, serta menuntut perhitungan lebih cepat dan teliti. Tak heran, jika teknik ini berpotensi mempengaruhi segi psikologis, terutama jika Anda termasuk orang yang tidak sabaran. Pada akhirnya, emosional berlebih bisa membuat Anda semakin terjebak dalam floating loss yang lebih besar lagi.

Cara Kerja Hedging Dalam Forex Anda pasti menginginkan ilustrasi yang lebih detail tentang cara kerja Hedging ini.

Berikut adalah penjelasan detail tentang penerapan metode Hedging tersebut:

Anda diasumsikan membuka dua Open Posisi, yaitu Buy dan Sell secara bersamaan dengan target profit masing-masing sebesar 50 Pips. Perhatikan pair EUR/USD di bawah ini, posisi Buy dan Sell dieksekusi secara bersamaan di level harga 1.06912.

Pada saat salah satu Open Posisi mencapai target 50 Pips, maka Open Posisi tersebut secara otomatis akan terlikuidasi, sehingga Anda hanya mempunyai 1 Entry saja yang masih minus 50 Pips.Gambar di bawah ini menunjukan Candle (B) bergerak ke atas dan menyentuh Take Profit Anda sebesar 50 Pips. Posisi Buy Anda untung 50 Pips, tapi posisi Sell mengalami floating loss 50 Pips.

Langkah selanjutnya adalah menunggu sampai minus di posisi Sell tersebut berkurang sedikit, misalnya dari minus 50 Pips jadi tinggal 30 Pips. Jika benar terjadi minus berkurang, maka Anda bisa melakukan Open Posisi yang berlawanan lagi untuk melanjutkan Hedging.
Namun, Anda juga bisa menerapkan opsi alternatif, yaitu Exit di level harga yang strategis

Tips Lain Cara Menerapkan Hedging Dalam Forex.

Terkadang, Anda akan terjebak dalam situasi yang sulit ketika menggunakan metode Hedging ini. Dalam situasi seperti ini, Anda disarankan untuk tetap sabar, tenang dan tidak terbawa oleh emosi mencari momen keluar dari Locking. Selain itu, jika Locking atau Hedging lebih dari 50 pips, diperlukan sampai beberapa kali penggunaan teknik ini.

Berikut cara pertama yang bisa Anda lakukan:
Cara Pertama: Set Time Frame menjadi H1, dan siapkan Indikator Pivot Daily v2. Pasang Indikator tersebut di Metatrader Anda. Kemudian, tunggu momen harga menyentuh Support atau Resitance Level 3.
Apabila harga telah menyentuh Support atau Resistance Level 3, maka harga akan bouncing 30-50 pips, sebelum market memutuskan akan melanjutkan Trend atau mengubah Trend. Dalam situasi tersebut, Anda bisa melepas Hedging yang bernilai profit saat harga menyentuh Support atau Resistance Level 3.
Jika Locking atau Hedging yang terjadi lebih dari 50 pips, maka Anda disarankan melakukan Limit Order 25- 0 Pips ke arah berlawanan dengan Open Posisi yang mengalami floating minus.

Cara Kedua Ada juga cara lain yang bisa dilakukan.
Anda bisa mengambil keuntungan dari pergerakan naik turunnya harga. Hanya saja, dalam tahap awal harus ada yang dikorbankan.

Selengkapnya bisa Anda lihat pada ilustrasi berikut:
Langkah pertama dalam metode Hedging alternatif ini adalah membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan.
Usahakan melakukan ini dengan cepat, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh. Selanjutnya, tunggu harga bergerak dalam range tertentu, misalnya 10 Pips.

Setelah harga bergerak sejauh range yang ditentukan, tutup posisi Loss dan eksekusi kembali Buy dan Sell pada posisi tersebut. Ulangi metode Hedging alternatif tersebut hingga hasil secara keseluruhan mendapatkan untung.

Averaging
Strategi forex averaging adalah praktek entry searah dengan berkali-kali open posisi. Maksudnya, apabila posisi pertama adalah posisi buy atau long, maka posisi selanjutnya juga sama hanya buy. Meskipun terjadi floating minus, tetapi trader akan melakukan buy terus secara konsisten hingga harga bergerak ke arah yang diharapkan dan menghasilkan profit.

Bisa dibayangkan kalau strategi forex ini membutuhkan modal yang besar untuk menahan floating minus tadi. Namun, saya kira dengan modal sekitar $100, kita bisa menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down dengan mengambil lot terkecil.

Bagaimana Cara Melakukan Averaging?

Sebagai contoh, Averaging Down misalnya: Open posisi (OP) dengan buy EUR/USD 0.01 lot pada harga 1.2545 dan memasang target Take Profit (TP) 20 poin di 1.2565. Namun ternyata harga turun, sehingga kemudian melakukan buy lagi 0.01 lot di harga 1.2525 dan memasang TP di harga 1.2555.

Harga ternyata turun, maka kembali melakukan buy EUR/USD 0.01 lot lagi di 1.2505, dengan TP 1.2535. Akhirnya harga naik dan menyentuh target TP pertama, yaitu di 1.2535. Dua posisi di atasnya saya close manual karena kalau dijumlah, hasil akhirnya profit.

Penjumlahannya: Posisi 1. OP di 1.2545, close di harga 1.2535= USD -0.1 Posisi 2. OP di 1.2525, close di harga 1.2535= USD 0.1 Posisi 3. OP di 1.2505, close (TP) di harga 1.2535= USD 0.3 atau sama dengan 30 PIPS!! Total profit= -0.1+0.1+0.3 $0.3.

Keterangan: 0.01 lot =$0.01, spread tidak dihitung karena saya menggunakan akun tanpa spread.

Apakah Strategi Averaging Ini Profitable?
Apakah strategi Averaging dalam trading forex ini bagus dan selalu profitable?

Jawabannya adalah belum tentu profitable, karena tidak ada yang pasti dalam trading forex.
Meski demikian, strategi Averaging sangat manjur apabila dilakukan dengan disiplin tinggi.

Dalam menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down, para trader bisa menggunakan indikator forex, tetapi ada juga yang trading tanpa indikator.

Biasanya trader individu menggunakan teknik Averaging apabila sudah benar-benar yakin kemana arah harga akan bergerak, tetapi perkiraan entry awalnya meleset. Akhirnya mereka  menambah posisi dan menambah lagi. Rumornya, strategi forex Averaging juga sering dilakukan oleh bank-bank besar.

Bank-bank menggunakan teknik ini dan melakukan buy only untuk mendapatkan bunga dari swap. Jadi, setiap hari bank menerima bunga untuk posisi yang menginap (swap) tersebut, meskipun menahan minus akibat perubahan kurs yang banyak.Lebih Baik Averaging Up atau Averaging Down?

Terkait dengan strategi forex averaging ini, ada dua hal yang dapat Anda lakukan:

Averaging Down: melakukan buy dalam rentang interval harga tertentu apabila suatu pair terus bergerak menurun, dengan harapan dapat melipatgandakan keuntungan jika harga nantinya berbalik naik.

Averaging Up: menunggu sampai suatu pair turun hingga mencapai dasarnya, kemudian baru Anda melakukan buy. Setelah itu, trader melakukan buy secara bertahap hingga harga hampir menyentuh target profit terakhir.

Averaging Down merupakan strategi yang cukup agresif, karena kemungkinan Anda akan mengucurkan uang Anda terus-menerus. Padahal, Anda tidak akan tahu sampai di mana harga mata uang akan terus turun. Investor juga harus memiliki disiplin dalam melakukan pembelian. Strategi ini mudah diikuti apabila dilakukan satu atau dua kali, tapi bila harga terus turun, maka emosi investor akan mudah terpengaruh.

Pasti terlintas pertanyaan, “Apakah akan meneruskan Averaging Down atau tidak?”.
Tapi secara umum, dalam kondisi pasar mata uang yang bullish atau sideways, strategi ini cukup efektif. Karena di kondisi pasar tersebut, harga hanya turun secara terbatas.
Apabila ingin melakukan Averaging Down, maka kuncinya adalah membatasi diri.
Biasanya, Averaging Down paling baik hanya 3 kali saja. Setelah itu, berhenti dan jangan melakukan Averaging Down lagi. Bila ternyata harganya terus turun, diamkan saja. Setelah sampai bottom, baru saya Averaging Up.

Kenapa membatasi diri? Karena kadangkala kita bernafsu untuk terus melakukan Averaging

Down (dendam pada pasar), sampai dana kita habis. Kalau dana Anda tidak terbatas seperti

bank-bank besar itu, maka tak ada salahnya terus-menerus melakukan Averaging Down.
Namun kalau modal tipis, maka lebih bermanfaat jika membatasi Averaging Down. Sebaliknya, menurut saya Averaging Up lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down, karena kita baru membeli mata uang di saat harga terendah. Hanya saja, masalahnya terletak pada bagaimana kita bisa menentukan harga terendah (bottom)tersebut. Seringkali kita kelewatan, dan harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi kalau kita salah prediksi, saat harga akan rebound, ternyata cuma bull trap (tipuan), kemudian malah merosot makin ke bawah lagi.

Switching

Metode strategi switching ini diartikan sebagai kegiatan melakukan perubahan atau penggantian arah dengan jalan posisi ditutup ketika masih dalam kerugian dan kemudian posisi baru dibuka secara berlawanan dari posisi yang ditutup tersebut.
Tujuan penggantian ini diharapkan agar keuntungan posisi baru yang dibuka bisa semakin besar dan mengalahkan kerugian yang ada dari posisi sebelumnya yang ditutup.

Penerapan Contoh Nyata dalam Trading Forex Menggunakan Switching

Sebagai contoh nyata, misalkan harga uang GPB/USD yaitu sekitar 1.5500. Prediksi terdahulu nilai BGP/USD akan meningkat menjadi 1.5600. Maka dari itu pihak trader mulai membuka posisi membeli atau buy.
Beberapa waktu kemudian nilai GPB/USD berlawanan pergerakannya dari prediksi sebelumnya, nilai GPB/USD menurun dan berada pada level 1.5450. Sudah dapat dipastikan posisi pembelian atau buy trader ini mengalami kerugian sebanyak 50 poin.

Menurut analisa serta identifikasi, ternyata nilai GPB/USD akan bertambah turun ke level

1.5350. Untuk mengatasi hal ini dan memposisikan trader supaya tidak rugi, diputuskan posisi pembelian atau buy ditutup saat kerugian mencapai lima puluh poin dan dilakukan pembukaan posisi baru yaitu penjualan atau sell.

Beberapa jam kemudian didapatkan pasar bergerak sesuai analisa dan identifikasi yang kedua yaitu mengalami penurunan dan levelnya berada di posisi 1.5375. setelah dirasakan profit atau keuntungan cukup didapatkan, maka posisi bisa ditutup di bagian penjualan dengan keuntungan tujuh puluh lima poin.

Berdasarkan penjumlahan kedua transaksi di atas melalui metode switching, didapatkan hasil keuntungan besarnya dua puluh lima poin, didapatkan dari tujuh puluh lima poin dikurangkan dengan kerugian lima puluh poin.

Tips dan Trik Strategi Metode Switching dalam Investasi Forex

Berikut ini kami sampaikan beberapa trik dan tips jitu agar strategi switching dapat terlaksana dengan baik dan sukses:
Switching dilakukan dengan jalan membuka posisi yang kedua secara berlawanan dari posisi pertama, jika prediksi hasil keuntungan posisi yang kedua ternyata melebihi kerugian dari posisi pertama yang akan dilakukan penutupan. Ada baiknya dalam melakukan switching saat suatu tren besar akan tercapai, yaitu saat terjadi peristiwa breakout band.Strategi metode switching ini membutuhkan analisa yang penuh dengan keyakinan.

Mengapa?
Karena jika ada keraguan pada posisi kedua, lakukan cut loss di posisi yang pertama saja tanpa harus melalui proses switching. Jika hal ini dipaksakan, maka trader akan mudah diombang ambingkan market dan kerugiannya bisa membengkak hingga dua kali lipat.

Kesimpulan

CUT LOSS
Setiap trader, baik yang masih belajar forex maupun sudah master, pasti akan menjumpai kemungkinan harus melakukan Cut Loss saat kondisi pasar ternyata tidak sesuai dengan harapan.

Sedangkan konkritnya, Cut Loss dilakukan dengan menutup posisi trading baik buy maupun sell, dalam kondisi rugi, untuk mencegah agar kerugian yang mesti ditanggung tidak membesar.

Kenapa Strategi Cut Loss Itu Penting?

Supaya harapan meraih profit konsisten tidak pupus, Anda sejatinya perlu melakukan Cut Loss pada posisi-posisi yang kurang menguntungkan. Namun jika mereka membiarkan sebutir posisi floating loss bergerak di luar kendali, risikonya bisa menghapus semua profit yang telah dikumpulkan oleh posisi lainnya.

Cara melakukan Cut Loss dalam forex secara umum ada dua

Cut Loss Manual, yaitu dengan menutup sendiri suatu transaksi yang sudah dibuka, karena kondisi rugi dianggap sudah berlarut-larut dan lebih baik ditutup.

Contoh

Bagi banyak trader profesional sukses, mengetahui bagaimana caranya Cut Loss dan mampu melakukannya di waktu yang tepat dianggap lebih penting daripada bagaimana caranya meraup profit sebesar-besarnya.
Ini karena kondisi pasar mudah berubah dan ada banyak peluang trading yang bisa diambil dari perubahan-perubahan itu jika kita punya dana, tetapi membiarkan modal

Anda terbenam dalam kondisi rugi berarti Anda tak bisa ikut mengambil peluang-peluang lain itu. Dengan demikian, Cut Loss pun termasuk salah satu skill yang harus dikuasai dalam tahap belajar forex.

Hedging / Locking

Dalam trading forex, Hedging diartikan sebagai membuka dua posisi yang berlawanan, sehingga meskipun harga naik atau turun, nilai floating-nya tetap sama. Pada penerapannya, metode Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang Anda buka mengalami kerugian.

Dasar-Dasar Hedging Sebagaimana dijelaskan di atas, metode Hedging adalah suatu keadaan dimana Anda membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan. Contohnya Anda membuka posisi Buy dan posisi Sell secara bersamaan tanpa dipasangi Stop Loss, melainkan hanya Target Profit saja berkisar 30 sampai 50 poin.

Berikut adalah penjelasan detail tentang penerapan metode Hedging tersebut

Anda diasumsikan membuka dua Open Posisi, yaitu Buy dan Sell secara bersamaan dengan target profit masing-masing sebesar 50 Pips. Perhatikan pair EUR/USD di bawah ini, posisi Buy dan Sell dieksekusi secara bersamaan di level harga 1.06912.
Pada saat salah satu Open Posisi mencapai target 50 Pips, maka Open Posisi tersebut secara otomatis akan terlikuidasi, sehingga Anda hanya mempunyai 1 Entry saja yang masih minus 50 Pips. Posisi Buy Anda untung 5 Pips, tapi posisi Sell mengalami floating loss 50 Pips.

Langkah selanjutnya adalah menunggu sampai minus di posisi Sell tersebut berkurang sedikit, misalnya dari minus 50 Pips jadi tinggal 30 Pips. Jika benar terjadi minus berkurang, maka Anda bisa melakukan Open Posisi yang berlawanan lagi untuk melanjutkan Hedging.

Berikut cara pertama yang bisa Anda lakukan

Dalam situasi tersebut, Anda bisa melepas Hedging yang bernilai profit saat harga menyentuh Support atau Resistance Level 3. Jika Locking atau Hedging yang terjadi lebih dari 50 pips, maka Anda disarankan melakukan Limit Order 25- 0 Pips ke arah berlawanan dengan Open Posisi yang mengalami floating minus.

Cara Kedua Ada juga cara lain yang bisa dilakukan.Hanya saja, dalam tahap awal harus ada yang dikorbankan.

Setelah harga bergerak sejauh range yang ditentukan, tutup posisi Loss dan eksekusi kembali  Buy dan Sell pada posisi tersebut.

Averaging
Strategi forex averaging adalah praktek entry searah dengan berkali-kali open posisi.Maksudnya, apabila posisi pertama adalah posisi buy atau long, maka posisi selanjutnya juga sama hanya buy.

Bagaimana Cara Melakukan Averaging?
Namun ternyata harga turun, sehingga kemudian melakukan buy lagi 0.01 lot di harga 1.2525 dan memasang TP di harga 1.2555. Harga ternyata turun, maka kembali melakukan buy EUR/USD 0.01 lot lagi di 1.2505, dengan TP 1.2535. Akhirnya harga naik dan menyentuh target TP pertama, yaitu di 1.2535. Dua posisi di atasnya saya close manual karena kalau dijumlah, hasil akhirnya profit.

OP di 1.2545, close di harga 1.2535= USD -0.1 Posisi 2. OP di 1.2525, close di harga 1.2535= USD 0.1 Posisi 3. Total profit= -0.1+0.1+0.3=$0.3.

Apakah strategi Averaging dalam trading forex ini bagus dan selalu profitable?

Jawabannya adalah belum tentu profitable, karena tidak ada yang pasti dalam trading forex. Dalam menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down, para trader bisa menggunakan indikator forex, tetapi ada juga yang trading tanpa indikator. Akhirnya mereka menambah posisi dan menambah lagi.

Jadi, setiap hari bank menerima bunga untuk posisi yang menginap tersebut, meskipun menahan minus akibat perubahan kurs yang banyak.

Setelah itu, trader melakukan buy secara bertahap hingga harga hampir menyentuh target profit terakhir. Averaging Down merupakan strategi yang cukup agresif, karena kemungkinan Anda akan mengucurkan uang Anda terus-menerus. Padahal, Anda tidak akan tahu sampai di mana harga mata uang akan terus turun.

Strategi ini mudah diikuti apabila dilakukan satu atau dua kali, tapi bila harga terus turun, maka emosi investor akan mudah terpengaruh.

Tapi secara umum, dalam kondisi pasar mata uang yang bullish atau sideways, strategi ini cukup efektif. Karena di kondisi pasar tersebut, harga hanya turun secara terbatas.

Kalau dana Anda tidak terbatas seperti bank-bank besar itu, maka tak ada salahnya terus-menerus melakukan Averaging Down. Sebaliknya, menurut saya Averaging Up lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down, karena kita baru membeli mata uang di saat harga terendah.

Hanya saja, masalahnya terletak pada bagaimana kita bisa menentukan harga terendah tersebut. Seringkali kita kelewatan, dan harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi kalau kita salah prediksi, saat harga akan rebound, ternyata cuma bull trap , kemudian malah merosot makin ke bawah lagi.

Penerapan Contoh Nyata dalam Trading Forex Menggunakan Switching

Sebagai contoh nyata, misalkan harga uang GPB/USD yaitu sekitar 1.5500. Maka dari itu pihak trader mulai membuka posisi membeli atau buy. Sudah dapat dipastikan posisi pembelian atau buy trader ini mengalami kerugian sebanyak 50 poin.

Untuk mengatasi hal ini dan memposisikan trader supaya tidak rugi, diputuskan posisi pembelian atau buy ditutup saat kerugian mencapai lima puluh poin dan dilakukan pembukaan posisi baru yaitu penjualan atau sell.

Beberapa jam kemudian didapatkan pasar bergerak sesuai analisa dan identifikasi yang kedua yaitu mengalami penurunan dan levelnya berada di posisi 1.5375.setelah dirasakan profit atau keuntungan cukup didapatkan, maka posisi bisa ditutup di bagian penjualan dengan keuntungan tujuh puluh lima poin.

Berikut ini kami sampaikan beberapa trik dan tips jitu agar strategi switching dapat terlaksana dengan baik dan sukses Dilakukan dengan jalan membuka posisi yang kedua secara berlawanan dari posisi pertama, jika prediksi hasil keuntungan posisi yang kedua ternyata melebihi kerugian dari posisi pertama yang akan dilakukan penutupan. Karena jika ada keraguan pada posisi kedua, lakukan cut loss di posisi yang pertama saja tanpa harus melalui proses switching.

Berita Lainnya

22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
17
11/2020
Indicator Forex Decimus
Author : Bursa Forex Indonesia
10
11/2020
Analisis bar dua entry mudah
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!