Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Bagaimana menetukan besarnya volume order?

9
10/2020
Kategori : Kelas Pemula
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Memilih volume order yang tepat adalah tantangan besar untuk trader pemula. Mari kita bahas!

Ada beberapa cara untuk memilih volume order Anda.

1. Ukuran lot tetap

Idenya adalah trader menggunakan volume order dalam ukuran lot yang sama untuk setiap order. Cara ini mudah untuk dimengeri bagi orang yang sudah mulai menjalani trading. Direkomendasikan untuk memlih volume order dengan ukuran lot yang kecil. Sangat mungkin merubah volume order jika jumlah saldo dari akun Anda juga meningkat drastis. Nilai pip juga akan bernilai sama sepanjang waktu.

Contoh

Anda memiliki $500 dalam akun. Dengan leverage 1:100, maka jumlah ini akan cukup untuk membuka 50 order dengan masing-masing 0.01 lot. Setiap order membutuhkan margin $10.

Jika Anda menggunakan ukuran lot yang sama setiap waktu, maka akun Anda akan menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Ini adalah opsi yang bagus untuk orang yang tidak mudah beradaptasi dengan potensi pertumbuhan dari besaran volume order kerena akan meningkatkan stress yang berhubungan dengan itu. Namun trader yang lebih berpengalaman ingin memiliki pendekatan dengan fleksibilitas yang tinggi dan potensi petumbuhan akun yang lebih besar.

2. Persentase dari equity

Dalam kasus ini, Anda memilih besaran volume order berdasarkan persentase dari equity Anda. Jika equity Anda meningkat maka volume order Anda juga meningkat. Ini bisa menumbuhkan akun Anda secara geometri. Dalam waktu yang sama, penting untuk mengingat penurunan saldo di akun setelah mengalami kerugian juga akan besar.

Rekomendasinya adalah tidak menggunakan lebih dari 1-2% dari deposit Anda untuk satu order. Cara ini, meski jika beberapa order Anda gagal, Anda tidak akan kehilangan semua uang dan masih bisa melanjutkan trading.

Berikut adalah rumusan untuk besaran volume dalam lot:

Lot untuk ditradingkan = Equity * Risiko (%) / Ukuran Kontrak * Leverage

Anda memiliki $500 dan memutuskan untuk menerima tingkat risiko sebesar 2% dari akun Anda. Dengan leverage 1:100, maka Anda harus memilih ($500 * 0.02) / 100,000 * 100 = 0.01 lot.

Dengan $1000 di akun Anda, maka Anda bisa trading sebanyak ($1000 * 0.02) 100,000 * 100 = 0.02 lot.

Pendekatan ini buka opsi terbaik untuk akun dengan saldo kecil. Ini bisa terjadi jika Anda mendapatkan kerugian yang besar, sementara persentase risiko terlalu kecil untuk bertindak sebagai margin meski untuk volume lot yang terkecil. Hasilnya, Anda harus mematahkan aturan manajemen risiko Anda dan menambah uang untuk melanjutkan trading. Selebihnya pendekatan ini tidka mempertimbangkan apa yang terjadi di grafik harga, penempatan Stop Loss juga bisa terlalu besar.

Semua besaran volume order tergantung pada equity, loss akan membuat besaran volume order mengecil, sehingga membuat trader lebih sulit untuk memulihkan akun. Pada waktu yang sama, jika jumlah saldo di akun bertambah banyak, maka besaran volume order bisa juga menjadi besar dan tidak nyaman.

3. Persentase equity dengan stop loss

Disini Anda mendasarkan besaran volume order bukan hanya dari persentase risiko yang ditentukan dari awal untuk setiap order, melainkan juga jarak dari stop loss Anda. Mari bagi proses ini menjadi 3 langkah.

Langkah 1. Rekomendasinya tetap sama: jangan merisikokan lebih dari 1-2% dari deposit/equity Anda untuk satu order.

Jika equity Anda adalah $500, 2% risiko akan bernilai $10.

Langkah 2. Tetapkan di mana letak stop loss untuk sebuah order trading tertentu. Kemudian ukur jarak dalam hitungan pip di antaranya dan harga masuk Anda. Ini akan mengukur berapa banyak pip yang Anda risikokan. Berdasarkan informasi ini, dan batas risiko akun dari langkah 1, hitung besaran volume order yang ideal.

Jika Anda ingin membeli EUR/USD di 1.1100 dan menempatkan stop loss di 1.1050, maka risiko order trading Anda adalah 50 pip.

Langkah 3. Sekarang Anda menentukan besaran volume order berdasarkan risiko akun dan risiko trading. Dengan kata lain, Anda harus menetukan jumlah lot untuk ditradingkan yang akan memberikan Anda risiko persentase yang Anda inginkan dengan jarak stop loss yang sesuai dengan sistem trading Anda.

Hal yang penting adalah untuk mengatur besarnya volume order untuk memenuhi stop loss yang diinginkan dan bukan kebalikannya. Risiko Anda akan sama untuk setiap order trading, namun besaran volume order bisa berbeda karena perbedaan jarak stop loss.

Ingatlah 1.000-unit lot (micro) bernilai $0.1 setiap pergerakan pip, 10.000-unit lot (mini) bernilai $1, dan $100.00-unit lot (standard) bernilai $10 setiap pergerakan pip. Ini berlaku untuk semua pasangan mata uang dimana tertulis USD pada mata uang nomor 2, contohnya EUR/USD. Jika USD tidak tertulis pada nomor 2, maka nilai pip akan sedikit berbeda. Perhatikan bahwa trading di lot standard hanyak direkoemndasikan untuk trader profesional.

Gunakan rumus ini:

Lot untuk ditradingkan = Equity * Risiko% / (Stop Loss dalam pip * Nilai pip) / 100

Menurut perhitungan, Anda bisa trading dengan jumlah $500 * 0.02 / (50 * $0.1) = $10/$5 = 2 micro lot. Hasilnya dalam micro lot karena nilai pip yang digunakan dalam perhitungan untuk micro lot.

Order Anda selanjutnya mungkin hanya bisa memiliki 20 pip stop. Dalam kasus ini besarnya volume order Anda adalah $10/(20x$1) = $10/$20 = 0.5 mini lot, atau 5 micro lot.

Jika Anda menggunakan metode ini, maka besarnya volume order akan meningkatkan proporsi untuk meningkatkan quity di akun (kebalikannya jika equity Anda menurun) dan bisa disesuaikan dengan situasi pada grafik. Seperti tehnik persentase quity yang mudah, namun opsi ini bisa juga meninggalkan sedikit ruang untuk bermanuver jika equity di akun Anda masih kecil. Sebagai tambahan, metode ini tidak sesuai untuk Anda jika strategi trading Anda tidak melibatkan pengetahuan mengenai tingkat keluar.

Kesimpulan

Jadi apa rekomendasi utama untuk memilih besarnya volume order? Itu sebenarnya opsi yang harus Anda pilih sendiri berdasarkan kenyamanan. Seperti yang Anda lihat, semua tehnik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga metode yang bekerja bagus untuk seorang trader bisa saja tidak sesuai untuk trader lainnya. Semua tergantung kepada strategi trading Anda: apakah itu melibatkan profit besar namun juga berisiko besar atau menawarkan berbagai peluang dengan profit yang lebih kecil? Itu akan mempengaruhi keputusan Anda.

Meski semua perhitungan yang berhubungan dengan bersarnya volume nampak tidak menyenangkan, namun menarik untuk mengetahui semuanya secara mendetail. Mengetahui bagaimana memilih besarnya volume order akan membuat Anda menjadi trader yang lebih disiplin dan selalu memiliki manajemen risiko yang baik. Ini adalah cara untuk memaksimalkan profit dan meminimalisasi kerugian Anda!

Berita Lainnya

22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
17
11/2020
Indicator Forex Decimus
Author : Bursa Forex Indonesia
10
11/2020
Analisis bar dua entry mudah
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!