Bursa Forex Indonesia – Saham – Trading Forex – CFD  pada Indexs – CFD  pada Komoditas – Minyak dan Emas
SHARE :

Average True Range

9
10/2020
Kategori : Kelas Dasar
Komentar : 0 komentar
Author : staff bursa


Average True Range (ATR) merupakan indikator pengukur volatilitas pasar. Indikator ini menunjukkan seberapa banyak aset bergerak, rata-ratanya, dan selama jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, indikator ini membantu dalam menentukan ukuran rata-rata dari rentang trading hariannya. Indikator ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder Jr. dalam bukunya yang berjudul New Concepts in Technical Trading Systems.

Tentang ATR.

Indikator ini diukur berdasarkan dengan apa yang disebut true range. Ia menggunakan nilai absolut dari high saat ini yang kurang dari penutupan sebelumnya atau nilai absolut dari low saat ini yang kurang dari penutupan sebelumnya. ATR merepresentasikan moving average dari rentang-rentang (ranges) ini.

ATR akan meningkat jika trading berlangsung lebih volatil (bar harga panjang) dan menurun selama periode volatilitas rendah (bar harga pendek). ATR sering digunakan untuk menentukan posisi terbaik untuk order stop loss.

Indikator ATR

Cara penerapannya.

ATR sudah termasuk indikator bawaan di MetaTrader. Anda bisa menambahkannya ke grafik dengan mengeklik “Insert” – “Indicators” – “Oscillator”, lalu pilih “ATR”.

Secara baku, MetaTrader menawarkan kepada Anda periode “14”. Jika Anda memilih angka yang lebih kecil, indikator akan menghasilkan lebih banyak sinyal trading di samping jumlah sinyal palsu yang juga akan meningkat. Jika Anda memilih angka yang lebih besar, jumlah sinyal trading cenderung akan menurun.

ATR dapat digunakan pada timeframe yang lebih besar dari H1.

ATR MetaTrader

Cara penafsirannya.

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, Average True Range memiliki dua pengaplikasian penting. Mari kita pelajari.

Harap diperhatikan, di MetaTrader indikator akan muncul dalam pip, jadi pembacaan ATR sebesar 0,0025 berarti 25 pip.

Penggunaan ATR sebagai filter

Indikator dapat digunakan sebagai filter tren. Semakin tinggi nilai indikator, semakin tinggi probabilitas perubahan trennya. Semakin rendah nilainya, semakin lemah pergerakan trennya.

Untuk menganalisis tren dengan ATR, Anda membutuhkan garis tengah. Saat indikator menerjangnya, berarti di pasar sedang berlangsung pergerakan yang sangat tajam. Tidak ada garis tengah khusus untuk indikator ini, sehingga semuanya dilakukan secara visual. Sebagai opsi, Anda bisa menggunakan moving average dengan periode yang besar seperti 100. Caranya, pilih “Moving Average” di antara indikator tren MT4 di panel “Navigator”, lalu geser dan letakkan di grafik indikator ATR. Pada jendela yang muncul, pilih “First Indicator’s Data” dari menu drop “Apply to” pada tab “Parameters”.

Ketika indikator berada di bawah moving average, berarti pasar sedang tenang. Begitu ATR menerjang moving average, tren siap dimulai.

Volatilitas tinggi dan rendah di pasar dengan indikator ATR

Untuk mengonfirmasi tren, perlu menerapkan indikator ini pada beberapa timeframe, misalnya, pada D1 dan H1. Jika mereka bergerak ke arah yang sama dan garis ATR menerjang moving average pada timeframe yang lebih kecil, berarti pasar mulai hidup.

Akan lebih baik lagi jika menerapkan indikator Envelope ke ATR. Logikanya sama. Jika ATR berada di bawah garis Envelope, berarti volatilitas rendah. Terjangan ke atas menandakan bahwa pergerakan harga telah beralih menjadi lebih intens.

Dan yang terakhir, ATR dapat memberi informasi kepada Anda tentang kelayakan trading. Jika nilai indikator lebih besar dari, misalnya 20, pasar mungkin sedang menjalani kondisi yang ekstrem. Biasanya ini terjadi ketika berita penting dirilis. Jika pembacaan ATR lebih kecil dari 10, harga kemungkinan sedang tidak stabli, ukuran candlestick kecil sehingga potensi profitnya menjadi terbatas. Jika Anda melihat bahwa pasar telah membuat pergerakan yang sama dengan atau melebihi ATR hariannya, kemungkinan besarnya tidak akan bergerak banyak ke arah tersebut pada hari yang sama. Sehingga, ini bukan waktu yang tepat untuk merisikokan kelanjutan pergerakannya. Sebaliknya, ada baiknya mencari sinyal pada arah yang berlawanan.

Penggunaan ATR untuk keluar pasar.

ATR membantu trader dalam menetapkan order stop loss dengan pertimbangan volatilitas pasar. Ini berlaku untuk order stop loss static maupun trailing.

Saat pasar bergerak volatil, order stop loss harus ditetapkan lebih longgar agar terhindar dari stop out trading karena beberapa market noise yang acak. Saat volatilitasnya rendah, order stop loss dapat dipasang lebih ketat. Disarankan untuk menetapkan stop loss sama dengan 1-4 kali nilai ATR.

Indikator Average True Range

Untuk trailing stop, Anda menempatkan stop loss dengan 2 kali nilai ATR di bawah harga entry jika posisinya beli, atau 2 kali nilai ATR di atas harga entry jika posisinya jual. Ada juga yang disebut “chandelier exit” ketika stop loss ditempatkan di bawah harga high tertinggi yang dicapai sejak Anda membuka posisi beli. Jarak antara high tertinggi dan level stop ditetapkan sebagai multi-pengalian nilai ATR. Sebagai contoh, kita bisa mengurangi tiga kali nilai ATR dari high tertinggi sejak kita membuka posisi.

Kesimpulan.

ATR umumnya digunakan dalam pembuatan sistem trading otomatis. Ini membantu dalam membangun filter yang memperhitungkan volatilitas akun atau menyesuaikan variabel yang berbeda dengan pasar. Mereka yang bertransaksi secara manual sering kali mengabaikan kegunaan indikator Average True Range. Sebaliknya, dengan menggunakan indikator ini, trading Anda bisa jauh lebih baik dan lebih akurat.

Berita Lainnya

26
11/2020
Apa yang di maksud dengan Lot, Pip, dan Leverage
Author : Bursa Forex Indonesia
26
11/2020
Kelebihan dari trading Forex
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Sistem Perdagangan KX4.PRO
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
Titan Scalper EA V2.12.0
Author : Bursa Forex Indonesia
22
11/2020
EA FX TRENDROID
Author : Bursa Forex Indonesia
19
11/2020
INDICATOR DJ MARKET PRO
Author : Bursa Forex Indonesia


Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!